HUT ke-52 Semen Gresik Gelar Khitanan Massal

HUT ke-52 Semen Gresik Gelar Khitanan Massal

- detikNews
Rabu, 01 Jul 2009 17:08 WIB
Surabaya - Sebagai bentuk kepedulian sosial yang berkesinambungan dari tahun ke tahun, PT Semen Gresik (Persero) Tbk kembali menggelar khitanan massal di Wisma A.Yani, Gresik, Rabu (1/7/2009).

Kegiatan diikuti 563 peserta keluarga kurang mampu berasal dari daerah Gresik dan Surabaya. Penyelenggaraan acara ini sekaligus sebagai awal sederet aktivitas sosial lainnya dalam peringatan HUT ke-52 Semen Gresik.

Kepala Divisi Komunikasi, Saifuddin Zuhri mengungkapkan, peserta tidak hanya dikhitan secara gratis, mereka juga mendapatkan berbagai souvenir. Seperti baju koko, sarung, kopyah dan uang saku.

Peserta juga mendapatkan fasilitas transportasi antar jemput. Dan yang menarik, untuk transportasi panitia menyewa 90 angkutan kota dan pedesaan yang disesuaikan dengan lokasi peserta masing-masing.

"Agar acara ini juga dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, pada hari itu semua angkutan disewa SG dengan harga rata-rata Rp 200 ribu hingga Rp 225 ribu," ujar Saifudin.

Padahal pada hari biasa, angkot tersebut hanya bisa mendapat uang sekitar Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu.

Untuk menambah suasana yang meriah dan tidak tegang, peserta khitanan massal dihibur bintang idola cilik, Siti (keluarga pemulung) dari Sanggar Alang-Alang Surabaya, juga ada band Akustik dan group band yang lainnya. Sambil menikmati berbagai hiburan dan menunggu giliran untuk dikhitan, juga diselenggarakan lomba mewarnai dan semua peserta akan mendapatkan hadiah yang menarik

"Begitu juga untuk paramedisnya, menggunakan 50 tenaga medis lokal dan 2 dokter spesialis serta tenaga anestesi," ungkap Saifuddin.

Saifuddin mengaku dalam sejarah khitanan massal di kawasan Gresik, khitanan massal yang digelar Semen Gresik merupakan yang terbesar karena melibatkan hampir 600 anak. Agar penyelenggaraan lancar, Semen Gresik membentuk panitia yang khusus menangani kegiatan tersebut yang terdiri 97 personel.

Sebanyak 563 anak yang dikhitan berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik. Mulai Kecamatan Gresik, Kebomas, Manyar, Bungah, Sembayat, Dukun, Panceng, Duduk Sampeyan, Cerme, Benjeng dan sebagian dari wilayah Benowo, Gunungsari, Surabaya.

Jika setiap peserta minimal diantar kedua orangtuanya akan terdapat 1200 pengantar belum termasuk keluarga lainnya, sehingga lapangan Segunting terlihat penuh oleh parkir angkot. Begitu juga yang terjadi di dalam Wisma A Yani yang dipenuhi peserta dan pengantar.

(iwd/fat)
Berita Terkait