Usai Pesta Miras, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

Usai Pesta Miras, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

- detikNews
Rabu, 01 Jul 2009 13:17 WIB
Malang - Diduga mengonsumsi minuman keras yang dicampur metanol, kakak beradik di Malang tewas mengenaskan. Kedua korban tewas di tempat berbeda.

Kedua korban yakni, Muhamad Rifa'i (41), yang tinggal di Desa Sitirejo RT 4 RW 6, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dan Slamet (56), tinggal di Desa/Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Dari keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com, korban Slamet merupakan kakak kandung Rifa'i. Slamet ditemukan dalam keadaan sekarat di ruang tamu rumah Rifa'i, Selasa (30/6/2009) sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, selang beberapa saat kemudian korban meninggal dunia.

Tidak lama Slamet meninggal dunia, Rifa'i juga ditemukan dengan kondisi kritis, dan segera dilarikan ke IRD Rumah Sakit Dr Saiful Anwar Malang sekitar pukul 17.58 WIB. Lagi-lagi, nyawa bapak tiga anak ini tidak tertolong, dan dia pun akhirnya tewas saat perawatan intensif di IRD RSSA, Rabu (1/6/2009) pagi.

"Dari diagnosa awal, korban dirujuk ke IRD RSSA setelah mengkonsumsi satu botol cairan. Untuk kondisi layaknya orang keracunan yang kritis," ujar Yudi, salah satu petugas Bagian Humas RSSA Malang saat ditemui di ruangannya, Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Dugaan kedua korban mengonsumsi minuman keras sebelum tewas juga disampaikan oleh Soleh (25), tetangga korban. Pada detiksurabaya.com Soleh mengatakan, kedua kakak beradik ini kerap mengkonsumsi miras. Namun tidak pernah melibatkan warga lain.

"Kalau minum selalu berdua, tak pernah dengan orang lain. Sebelum meninggal mereka minum minuman jenis Badek buatan sendiri," ungkapnya.

Kendati demikian, pihak keluarga membantah jika kedua korban tewas akibat mengkonsumsi miras. Keluarga menyakini kedua korban tewas karena penyakit sesak yang dideritanya.

"Kedua kakak saya sakit sesak napas dan kecapekkan bekerja. Rifa'i diketahui kritis selang beberapa jam setelah Slamet," jelas Purnomo, adik kandung korban saat ditemui di rumah duka.

Menurut Purnomo kedua kakaknya mengalami sesak napas kambuh setelah kelelahan bekerja. Setiap harinya, tambah Purnomo, Rifa'i bekerja mengoperasikan odong-odong mainan anak-anak. Sementara Slamet bekerja sebagai tukang kayu yang menggarap rumah di sekitar kediaman Rifa'i.

Secara terpisah, Kapolsek Wagir AKP Suyoto mengaku baru mengetahui kejadian itu dari informasi warga. Dan pihaknya masih mendatangi lokasi untuk memastikan penyebab kematian kedua korban.

"Karena baru tahu, kami sekarang baru akan mendatangi rumah korban," ucapnya.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait