Demo yang berlangsung 10 menit itu tiba-tiba dibubarkan paksa oleh sejumlah preman dan oknum yang berseragam PNS. Para pendemo ini ditendang dan diusir oleh sejumlah pria yang tiba-tiba muncul dari belakang gedung KPU.
"Apa-apaan ini, unjuk rasa ini meresahkan saja. Bubar, bubar..Aksi ini memalukan," teriak salah satu pria berbaju PNS berinisial HR saat menendang korlap aksi Syaifiil Anam, Selasa (30/6/2009).
Beberapa poster yang disiapkan pendemo yang berisi: "Usut Tuntas Dugaan Korupsi KPU Jombang" dirobek-robek dan diinjak-injak para preman dan oknum PNS tersebut.
Melihat perlakuan semena-mena, korlap aksi Syafiil geram dan meminta polisi untuk menindak dan menangkap preman tersebut. Ironisnya, beberapa polisi yang berjaga di sekitar lokasi hanya diam melihat aksi tersebut.
"Tolong dicatat ini pak polisi, mereka telah berbuat semena-mena," teriak Syafiil.
Usai insiden tersebut, para pengunjuk rasa langsung membubarkan diri dan menuju ke Polres Jombang. Mereka membuat laporan tentang penganiayaan yang dialaminya.
"Kita akan melakukan penyelidikan siapa-siapa saja yang telah melakukan," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Bobby Tambunan kepada wartawan. (fat/fat)










































