"Kita akui, kita sangat kesulitan menutup semburan," kata Humas BPLS, Zulkarnaen kepada wartawan di lokasi, Sabtu (27/6/2009).
Namun menurut Zulkarnaen, pihaknya akan tetap berusaha agar gas dan material yang keluar dari semburan tidak meluber ke daerah sekitar maupun mengganggu warga.
"Yang bisa kita lakukan hanya berusaha melokalisir semburan dan gas agar tidak mengganggu lingkungan sekitar, karena semburan ini disebabkan rekahan bukan dari pusat semburan," ungkapnya.
Zukarnaen juga menyebutkan jika bubble yang muncul di Desa Siring Barat ini merupakan baubble ke-129, sejak terjadinya semburan lumpur Lapindo atau sejak tiga tahun lalu.
Tidak hanya itu, Zulkarnaen juga yakin jika semburan akan segera berakhir dengan sendirinya seiring gas yang ada dipermukaan habis.
(bdh/bdh)










































