Rupanya, kondisi ini membuat Sumini mengeluh capek karena berkali-kali melayani wartawan dan warga yang ingin menyerahkan sumbangan atau wawancara. Maklum sejak 2 hari ini para tamu hilir mudik silih berganti bertemu dengan Sumini.
Mengantisipasi kondisi Sumini yang drop, pihak kantor kelurahan setempat yang berjarak 1 KM memberi ketentuan melapor tiap datang.
Kades Nglanduk Agus Sumiran mengatakan terhitung mulai siang ini tiap tamu yang berkunjung ke rumah Sumini diwajibkan melapor dulu, agar dapat didata semua bantuan yang masuk.
"Kita kasihan dengan korban karena mengeluh capek sehingga kita siapkan buku tamu harap di isi dan datang dulu kantor Desa," jelas Agus kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Raya Tanjung Anom Kecamatan Wungu, Rabu (24/6/2009).
Agus menambahkan, bagi siapa saja bisa membantu keluarga Sumini yang membutuhkan uluran tangan.
Sementara suami Sumini, Marto (65) membenarkan jika istrinya mengeluh capek sejak dua hari lalu. "Kesel mas jarene kaleh dinten mboten saget tilem, niki wau tilem jam enem tangi jam songo enten tamu pak lura kaleh Yogya wau. (Capek mas katanya 2 hari tidak bisa tidur. Ini tadi tidur jam 6, jam 9 bangun ada tamu pak lurah sama dari Yogya," jelas Marto.
Sebelumnya Sumini (55) mengalami tumor ganas hingga wajahnya berlubang selama 35 tahun. Istri Marto (65) ini sebelumnya hanya mengalami benjolan kecil di bagian matanya. Karena tak memiliki dana untuk berobat, keluarga Sumini yang pernah meminjam uang ke bank ini menghentikan pengobatan. Hanya tiap minggu sekali, mereka menebus obat anti nyeri di puskesmas setempat.
Anda ingin membantu meringankan beban Ibu Sumini? gabung yuk dengan detikers di forum.detiksurabaya.com. (fat/fat)











































