Selain membutuhkan kain yang panjang, membatik untuk memecahkan rekor Muri ini menghabiskan 1 ton lilin batik atau malan. Masing-masing peserta diberi 1 ons.
Para pembatik diwajibkan membuat motif batik khas Madura. Terdiri dari jagat, motif be-rebhe, motif mo' ramok, motif leng oleng, motif beres tompa, motif misrimi, motif lak-olak, dan motif biling pecah.
Yang menarik adalah kehadiran dua napi dari Lapas Narkotik Pamekasan, ikut membatik. Mereka yakni Surya (24) dan Irwan (21), narapidana dalam kasus shabu-shabu. "Selama di lapas, mereka memang suka membatik," kata Santoso, pembina napi Lapas Pamekasan kepada wartawan di sela-sela acara.
Pemecahan rekor kain batik terpanjang ini merupakan bagian dari acara Bulan Bhakti Gotong Royong Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Soekarwo hadir juga dalam acara tersebut. Bahkan orang nomor satu di Jatim sempat memoleskan canting ke atas kain batik.
"Saya bangga dengan usaha para pembatik untuk menjadikan Pamekasan sebagai kota batik," ungkap Soekarwo.
(wln/fat)











































