Korban ditemukan kerabatnya tak sadarkan diri tergeletak di kamar tidurnya Selasa (16/6/2009) siang sekitar pukul 13.00 WIB dengan mulut berbusa.
"Tadi awalnya keluarga curiga, karena saat suaminya pergi ke rumah orang tuanya, dia itu nggak keluar dari kamar sejak pagi. Saat diintip dari jendela, ternyata dia sudah tergeletak dalam kamar," kata Kepala Dusun Nambaan, Riyono saat ditemui wartawan di rumah duka.
Riyono menambahkan, dugaan korban tewas akibat menenggak potasium setelah kerabatnya menemukan botol cairan beraroma potasium. "Kemungkinan potasnya sudah dicampur dalam air dan belum sampai habis dia sudah tergeletak," imbuh Riyono.
Riyono mengungkapkan ketidakharmonisan terjadi sejak awal pernikahannya hingga 6 bulan ini. "Mereka itu menikah memang karena perjodohan, dan setahu saya sudah nggak kehitung lagi berapa kali mereka bertengkar. Bahkan saat dia ditemukan tadi, suaminya kan juga tidak ada di rumah, karena memang lebih sering pulang ke rumahnya sendiri," jelas Riyono.
Sesaat setelah dipastikan tewas dan dilarikan ke rumah sakit, korban langsung dibawa ke rumahnya. Setelah sempat dimandikan dan dishalati, korban langsung dimakamkan ke pemakaman umum desa setempat.
Secara terpisah Kapolsek Pare Kota AKP.Agus Garbo, saat dikonfirmasi terkait
kejadian tersebut justru mengaku tidak mendapatkan laporan. Meski demikian, pihak kepolisian membenarkan terjadinya aksi bunuh diri tersebut.
"Kalau diminta menceritakan saya nggak bisa, karena memang tidak memegang data. Kami sendiri tahu ada bunuh diri setelah tadi mengecek ke rumah korban, setelah dilakukan proses pemakaman," ungkap Agus.
(fat/fat)










































