Pembongkaran yang dilakukan tim forensik RSU Syaiful Anwar ini bertujuan memastikan penyebab kematian korban di TPU Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang Iptu Arif Ardiansyah menuturkan, pembongkaran makam ini untuk mengetahui penyebab kematian korban. Karena sebelumnya korban tidak dilakukan autopsi.
"Langkah ini untuk tahu pasti penyebabnya dengan melakukan autopsi oleh tim forensik. Selama ini korban diduga tewas karena diracun oleh ketiga temannya," ujar Arif, Selasa (16/6/2009).
Kasus pembunuhan ini terungkap sehari setelah petugas Polsek Sumberpucung menemukan identitas korban setelah pihak keluarga mencari keberadaan korban. Sebelumnya korban ditemukan tewas tanpa identitas di seberang jalan Masjid Al-Ikhlas Desa Karangkates, Sabtu (6/6/2009) dini hari.
Lima hari kemudian petugas berhasil mengungkap kasus pembunuhan ini dengan menangkap 3 pemuda yang juga rekan korban. Mereka Sunari (28), Sulis (26), dan Ahmad Yunus (18), kesemuanya masih tetangga korban.
Dari pemeriksaan polisi motif dari pembunuhan ini karena masalah korban tidak mau membayar biaya kencannya dengan seorang PSK di sebuah lokalisasi kawasan Gondanglegi sepekan sebelum ditemukan tewas. Sunari pun harus menanggung semua biaya untuk membooking PSK tersebut. Karena dendam Sunari merencanakan untuk menghabisi nyawa korban.
Sunari yang menjadi otak pembunuhan mengajak korban pesta minuman keras di kawasan Stadion Kanjuruhan bersama dua tersangka lain, Jumat (5/6/2009) malam dengan mengendarai tiga sepeda motor.
"Dalam pesta miras itu Sunari membeli tiga botol vodka. Satu botol kemudian dicampur dengan potas dan memberikannya kepada korban. Korban kemudian tewas dan dibuang di lokasi ditemukannya," kata Arif.
Polisi sendiri berhasil menangkap ketiga pelaku dari penyeldikan dan keterangan sejumlah warga yang mengaku sebelum korban ditemukan tewas, pada malam harinya terlihat bersama ketiga pelaku.
(fat/fat)











































