Begitu mendapati Soelchan, suasana sidang paripurna berubah menjadi gaduH. Untuk mengatasi situasi, rapat paripurna pun dihentikan hingga waktu yang tidak ditentukan. Keputusan tersebut diambil oleh Ketua DPRD Kota Pasuruan H Hasani.
Menurut H Hasani, korban segera dilarikan ke RSUD R Sudarsono menggunakan mobil milik salah seorang anggota dewan. Sayangnya, nyawa anggota dewan dari PKB ini tidak tertolong.
"Almarhum akhir-akhir ini menggebu-gebu mengadakan rapat paripurna. Mungkin ini firasat kalau hidupnya akan segera berakhir," ungkap H Hasani.
Sementara Direktur RSUD R Sudarsono dr Sugeng Winarta saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, berdasarkan kesimpulan 3 dokter ahli penyakit dalam, korban diketahui mengidap kelainan jantung.
"Waktu tiba di sini saat akan ditangani dokter sudah dalam kondisi meninggal. Berdasarkan pemeriksaan ahli penyakit dalam di rumah sakit kami, H Soelchan mengidap kelainan jantung. Bisa jadi korban terlalu capek sehingga penyakit jantungnya kambuh saat rapat," kata dr Sugeng Winarta kepada detiksurabaya saat di temui di kantornya.
Saat ini jenazah H Soelchan Hadi Sugondo sudah disemayamkan di rumah duka Jalan MT haryono gang 6 Mandaran, Kota Pasuruan.
(bdh/bdh)










































