Menurut Mega, ide awal pembangunan jembatan tersebut muncul saat ayahnya, Soekarno, menjabat presiden. M.Noer sendiri, kata dia, datang ke dirinya mewujudkan jembatan penghubung antara Jawa Timur dari sisi Surabaya dengan Pulau Madura di sisi Bangkalan.
"Gagasan awal Jembatan Suramadu itu di era pemerintahan Soekarno melalui program Pembangunan Semesta Bersama. Waktu saya jadi presiden, tokoh Jawa Timur dan warga Madura yang gigih meminta direalisasi adalah M.Noer," kata Mega dalam orasi politiknya dalam Kampanye di Lapangan Desa Dukuh Sari, Jabon, Sidoarjo, Minggu (14/6/2009).
Saat dia menjadi presiden, Indonesia menjalin hubungan bilateral dengan Republik Rakyat Tiongkok. Oleh sebab itu dia mengusulkan kerjasama pembangunan Jembatan Suramadu sekaligus sebagai lambang persahabatan Rakyat China dengan Indonesia.
"Bentang tengah seluruh pembiayaannya ditanggung RRT sedangkan sisi Surabaya dan sisi Madura itulah adalah karya rakyat Indonesia," ungkapnya.
Menurut Ketua Umum PDIP ini, memulai satu langkah lebih susah daripada melanjutkan. "Mohon nama Pak Noer yang punya andil dan berhak untuk dicantumkan karena pada saat peresmian kemarin seolah-olah adalah kerja pemerintahan saat ini," tandasnya.
(iy/fat)











































