Jargon unik bagi pasangan SBY-Boediono ini mulai ramai diperbincangkan masyarakat Kediri sejak seminggu terakhir. Tidak diketahui siapa yang memulainya, jargon tersebut dengan cepat menyebar di masyarakat karena sangat mudah untuk diingat.
"Aku dhewe yo gak ngerti mas, sopo sing mulai disik. Sing jelas aku seneng karo semboyan ini mergo gampang dieling (Aku sendiri juga tidak tahu mas, siapa yang memulainya. Yang jelas aku seneng dengan jargon ini karena mudah diingat)," kata Jamil (48), salah seorang pengayuh becak saat ditemui detiksurabaya.com di sekitar RSUD Gambiran, Kediri, Sabtu (13/6/2009).
Jamil mengaku, dengan jargon tersebut dia akan dengan gampang dapat mengingat nomor urut pasangan SBY Boediono yang dianggapnya layak kembali dipilih. "Yo seneng ae, mergo gelem ngekei aku BLT karo beras murah (Ya seneng saja, karena mau memberi saya BLT dan beras murah)," ujarnya enteng.
Secara terpisah Ketua Tim Pemenangan SBY-Boediono Kota Kediri, Yudi Prahoro, saat dikonfirmasi terkait jargon tersebut juga mengaku tidak tahu siapa yang memulai menyebarkannya. Menurutnya hal tersebut sangat menguntungkan pasangan SBY-Boediono, karena akan memudahkan proses sosialisasi nomor urut pasangan.
"Terlebih ini kan di kota kecil, yang dengan jargon-jargon ringan semacam ini akan sangat mudah diingat masyarakat," kata Yudi.
Kemunculan jargon tersebut, juga diakui oleh Yudi kemungkinan juga sebagai wujud kecintaan masyarakat pada sosok SBY, karena dikenal sebagai presiden yang telah berhasil mensejahterakan rakyatnya. "Jelas ini sangat menguntungkan kami, dan dalam waktu dekat kami akan mengusulkan ini ke tim pemenangan nasional agar dijadikan jargon bersama," tegasnya. (bdh/bdh)










































