Perampok Bercadar Satroni Rumah Bos Batako, 2 Orang Luka

Perampok Bercadar Satroni Rumah Bos Batako, 2 Orang Luka

- detikNews
Jumat, 12 Jun 2009 09:19 WIB
Tulungagung - Kawanan perampok yang berhasil dibekuk di Blitar tak menyurutkan niat pelaku untuk beraksi lagi. Kali ini perampok beraksi di Kabupaten Tulungagung.

Kawanan perampok berjumlah 9 orang dengan mengenakan cadar ini menyatroni rumah pengusaha batako dan membacok 2 penghuninya.

Pengusaha batako yang menjadi korban perampokan bernama Chandra Lili, warga Desa Kedungsari, Kecamatan Boyolangu. Perampok bersenjatakan celurit masuk ke rumah korban pada Jumat (12/6/2009) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka sebelumnya merusak kunci pagar depan.

Setelah berhasil masuk ke rumah korban, para perampok langsung membangunkan Srikah dan Delima Musidariyandani, mertua dan adik ipar korban. Keduanya yang tidur di kamar depan lantas disekap dan diikat tangannya, serta mulutnya dibekap dengan isolasi.

Usai melumpuhkan 2 penghuni rumah, perampok langsung membangunkan korban dan istrinya, Siti Juariyah yang tidur di kamar belakang. Karena berusaha memberikan perlawanan, keduanya langsung dibacok berulang kali hingga mengalami luka di bagian kepala dan sekujur tubuhnya.

Berhasil melumpuhkan seluruh penghuni rumah, para perampok dengan leluasa beraksi. Sejumlah uang dan surat berharga yang disimpan di dalam laci almari raib digondol kawanan rampok. Selain itu, perhiasan emas yang ada di laci temat tidur juga tak luput dari jarahan.

Usai meninggalkan rumah, Siti Juariyah dengan kondisi luka parah berteriak minta tolong. Hal itu didengar para tetangga dan melarikan ke RSUD Dr Iskak Tulungagung.

Saat ditemui wartawan usai mendapat perawatan medis di rumah sakit, Siti Juariyah mengaku belum bisa menghitung berapa kerugian yang dideritanya.

"Kalau semua dihitung ya mungkin lebih seratus juta, tapi kami belum tahu berapa totalnya. Sekarang yang penting bagaimana kami sembuh dulu," ujar Siti dengan nada lirih saat di RSUD Dr Iskak Tulungagung.

Saat ditanya ciri-ciri pelaku, Siti mengaku mengenali beberapa diantaranya menggunakan logat bahasa Surabaya. "Tapi nggak tahu juga apa benar mereka dari surabaya, yang saya dengar mereka saling panggil dengan sebutan cak," ujarnya masih dengan nada lirih.

Dari keterangan korban, polisi mengaku berupaya melakukan identifikasi pelaku. "Yang jelas ini PR bagi kami dan harus segera kami pecahkan. Dari keterangan korban kami masih berusaha melakukan identifikasi yang nanti akan kami lengkapi dengan hasil olah TKP di rumah korban," jelas KBO Reskrim Polres Tulungagung Iptu Siswanto saat ditemui wartawan di rumah sakit.
(fat/fat)
Berita Terkait