Meski begitu usai membunuh, pelaku langsung menyerahkan diri ke polisi sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (11/6/2009), setelah bersembunyi di area persawaahan dekat rumahnya selama satu hari.
Pembunuhan dilakukan korban, Rabu (10/6/2009) sekitar pukul 22.00 WIB, saat pelaku melihat korban sedang melintas di Jalan Desa Tanjung Glugur. Saat itulah pelaku memanfaatkan dengan menghantam kayu balok, yang menurut pengakuan pelaku kayu tersebut berada di pinggir jalan.
Pelaku nekat menghantam balok kayu pada kepala bagian belakang. Baihakki mengaku terpaksa menghabisi nyawa korban, karena merasa cemburu dengan sikap korban yang seenaknya memacari Tutik, mantan pacarnya.
Pengakuan yang diterima detiksurabaya.com dari pelaku menyebutkan, jika dirinya sebenarnya panas dengan isi SMS Tutik yang mengaku jika Baihakki ingin merebutnya dari Abdurrahman, maka harus membunuh Abdurrahman. Karena Tutik akan selamanya dengan Abdudurrahman.
"Saya sebenarnya terpancing dengan SMS Tutik, dia bilang kalau memang ingin kembali memilikinya, saya harus bisa membunuh dia (korban)," tutur pelaku saat dikeler ke Mapolres Situbondo.
Sementara penyebab tewasnya Abdurrahman, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari polisi, korban mengalami luka pukul di bagian kepala, selain itu tangan kiri juga mengalami patah tulang.
Lantas alasan Kenapa menyerahkan diri ? "Karena saya bingung, saya harus melarikan diri kemana, selain itu saya berasa dibayang-banyangi sama Abdurrahman," tandasnya.
Sementara Kapolres Situbondo AKBP Taufiq Rochmat Hidayat saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kasus tersebut. Pihaknya sampai saat ini masih terus memeriksa pelaku.
"Sebelumnya, Tutik yang katanya disebut-sebut mantan pacar pelaku juga telah kami periksa, kami masih akan mengembangkan, apakah ada pelaku lain selain dia," terang Taufiq.
(fat/fat)











































