Tidak terima dengan perlakuan sang guru ini, korban bernama Deni Prasetyo melaporkan kasus itu ke Polres Lamongan, Rabu (10/6/2009).
Korban yang tercatat sebagai siswa kelas I sebuah SLTA swasta di kecamatan Pucuk ini melaporkan kasus pemukulan ke polisi dengan didampingi keluarganya.
Saat ditemui wartawan di Mapolres Lamongan, pelajar asal Desa Wanar, Kecamatan Pucuk, ini mengaku telah ditendang dibagian dadanya oleh Yoyok, seorang guru pembina Pramuka di sekolahnya. "Kejadiannya sewaktu saya dan teman-teman sedang berlatih pramuka," ungkap Deni.
Saat kejadian itu, ujar Deni, dirinya diminta untuk mengucapkan Dasa Darma Pramuka. Namun saat itu dirinya tidak bisa karena tidak hafal. "Seketika itu juga dada saya ditendang oleh pak guru," tuturnya.
Saat melaporkan kasus itu, selain mengajak anggota keluarganya, Deni juga mengajak temannya yang saat itu ikut latihan pramuka bersamanya. "Mereka saya ajak untuk menjadi saksi kejadian yang saya alami," katanya.
Sementara itu, Absor, wakil kepala sekolah tempat korban belajar, mengakui kejadian ini. Absor menegaskan, akibat kejadian ini pihak sekolah telah menonaktifkan guru yang bersangkutan.
"Untuk menentukan nasib guru tersebut, pengurus yayasan dan dewan guru akan menggelar rapat khusus Sabtu mendatang," tandas Absor.
(bdh/bdh)











































