Menurut dr Muhamad Akram SpB, bocah berumur 28 bulan ini dibawa ke ke Surabaya pencangkokan kulit kepala. "Tenaga dokter di Pamekasan sebenarnya bisa mencangkok kulit Fery. Hanya saja, kami tidak memiliki peralatan medis yang memadai," tutur dr Akram SpB, dihubungi di RSUD Pamekasan.
Akram mengatakan, selama dirawat di Pamekasan, Fery telah menjalani dua kali operasi Eskarektomi atau pengangkatan kulit luar bekas terjilat minyak goreng panas. Setelah operasi, Fery langsung dirawat di Ruang ICCU yang steril agar terhindar infeksi.
"Setelah dua kali operasi, seluruh proses Eskarektomi telah selesai kami kerjakan. Artinya, Fery tinggal menunggu pemulihan pasca operasi," tambahnya. Sayangnya, ada bagian kecil kulit yang membungkus tengkorak kepala Fery yang memakan waktu cukup lama untuk sembuh.
Akram menjelaskan, bagian belakang kepala Fery cukup parah terbakar sampai tengkoraknya tak terlindungi kulit. Efeknya, suhu badan Fery naik turun signifikan. "Jika tidak dicangkok kulit luar, maka membuthkan waktu cukup lama untuk menumbuhkan kulit di bagian belakang kepalanya," kata dr Akram.
Sebelum Fery berangkat ke Surabaya, dr Akram menuliskan rekam medik dan tidak lupa memberikan keterangan jika Fery tercatat sebagai pasien dari keluarga miskin dan membawa surat Askeskin.
Sucipto dan Hendriyana tampak begitu shock begitu mendengar Fery akan dirujuk ke Surabaya. Semula Sucipto tak bisa langsung menyetujui keputusan dokter yang merujuk anaknya ke Surabaya.
Satu sisi Sucipto ingin Fery sembuh, sisi lainya Sucipto dibayangi beban berat akan pembiayaan selama di Surabaya. Maklum Sucipto hanyalah buruh tani berpenghasilan minim.
Setelah mendapat dorongan dan motivasi keluarga besarnya dan sejumlah pamong Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, akhirnya Sucipto ringan mendampingi Fery berangkat ke RSUD Dr Sutomo Surabaya. "Semoga cepat sembuh, Nak," doa kerabat Fery di RSU Pamekasan.
Hingga hari ini, bantuan dari pembaca detiksurabaya.com yang disalurkan komunitas Detik Surabaya Community (DSC) sudah Rp 4 juta. "Meski sudah ditanggung pemerintah, bantuan yang akan datang bisa untuk pasca operasi selama dirawat di rumah dan memenuhi kebutuhan lainnya Fery," kata Achmad Lutfi, Koordinator 'Baksos DSC untuk Fery'.
(gik/gik)










































