Puting beliung dengan suara gemuruh datang dari arah utara kota. Angin ribut yang baru pertama kali datang di awal perubahan musim ini berlangsung sekitar 8 menit.
Akibatnya, 11 toko sembako dan bahan bangunan rusak berat. Atap dan gentingnya runtuh. Bahkan, gedung sebagian toko ambruk total. Dua pemilik toko mengalami luka-luka karena sempat terhempas reruntuhan tembok saat melarikan diri.
Salah seorang pemilik toko, Jailani (46), mengatakan, sebelum puting beliung mengamuk, kota Bangkalan diguyur hujan sangat lebat. "Saat hujan, ada suara gemuruh dari utara. Lalu, angin puting beliung itu menghantam kawasan portokoan," ujar Jailani pada wartawan dilokasi, Jumat (5/6/2009) malam.
Para pemilik toko, kata dia, mengalami kerugian cukup besar. Sebab, barang-barang dagangannya tertimpa reruntuhan tembok dan tidak bisa diselamatkan. "Setiap pedagang diperkirakan mengalami kerugian antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta," urainya.
(gik/gik)











































