Puluhan Dendeng Diduga Mengandung Babi Diamankan

Puluhan Dendeng Diduga Mengandung Babi Diamankan

- detikNews
Jumat, 05 Jun 2009 12:49 WIB
Lumajang - Dinas Kesehatan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lumajang menemukan puluhan dendeng sapi yang diduga mengandung babi. Hasil razia itu didapatkan setelah mendatangi 3 toko Yakni Toko Sumber, Toko Galaxy dan Toko Graha Mulia di Jalan Panglima Sudirman.

Hasilnya, 50 bungkus dendeng dan abon sapi kemasan 200 gram merek Sapi Brenggolo, Dua Daun Cabe dan Abon Sapi Tunggal disita. Sementara pemilik toko diberi surat peringatan untuk tidak menjual dendeng sapi yang mengandung daging babi.

Menurut Kasi Farmamin Dinas Ksehatan Lumajang Istien Heriwinarni, razia dendeng sapi yang mengandung babi itu dilakukan setelah ada surat edaran dari BPOM. Bahwa 34 dendeng sapi dan abon sapi berbagai merek mengandung daging babi setelah BPOM menguji. Namun dendeng sapi yang mengandung babi yang ditemukan 2 merk Brenggolo dan Duan Daun Cabe.

"Ya paling banyak yang kami sita di 3 toko dendeng sapi merk Brengkolo," kata Isten kepada wartawan di Toko Sumber, Jumat (5/6/2009).

Sedangkan abon daging sapi yang disita, menurut Istien, memiliki No Depkes 201357303247 yang sama dengan dendeng sapi merk Brenggolo. "Nomor Depker kok sama, ya kami sita karena sudah lain produk," lanjutnya

"Jelas untuk penjualnya akan kami bina, agar untuk sementara waktu tidak lagi menerima dendeng yang dipastikan masuk larangan edar," ujar Istien.

Secara terpisah Nanik pemilik Toko Sumber mengaku menjual dendeng sapi Brenggolo karena distributor membawa surat jika dendengnya tidak dilarang beredar oleh BPOM. Terlebih, dendeng yang dijual dengan harga Rp 25 ribu perbungkus sejauh ini masih sangat diminati masyarakat.

"Saya tahu ada dendeng dapi yang mengandung babi dilarang dijual di pasaran di TV, namun saya tidak tahu kalau Brenggolo dilarang dijual ke konsumen," ujar Nanik.

Meski begitu, jika mengetahui dendeng merek Brengkolo dan Dua Daun Cbe dilarang beredar, Nanik mengaku tidak akan mengambil lagi ke Distributor dan tidak mengedarkan lagi. "Pokoknya nanti sales dendeng Brengkolo ini tak kasih tahu dan saya minta ganti rugi karena dibohongi," katanya.

(fat/fat)
Berita Terkait