Kunjungi Tambang Emas, Rombongan Dirjen Dihadang Massa

Kunjungi Tambang Emas, Rombongan Dirjen Dihadang Massa

- detikNews
Kamis, 04 Jun 2009 16:25 WIB
Kunjungi Tambang Emas, Rombongan Dirjen Dihadang Massa
Banyuwangi - Kunjungan Rombongan Dirjen Planologi Departemen Kehutanan ke lokasi penambangan emas tradisional di lereng Gunung Tumpang Pitu Kampung 56 Dusun Wringin Agung Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, diwarnai aksi penghadangan oleh ratusan massa anti tambang, Kamis (4/6/2009) siang.

Aksi penghadangan itu terjadi, setelah Sutrisno, Dirjen Planologi Departemen Kehutanan selesai meninjau lokasi hutan produkis yang rusak akibat penambangan tradisional. Ratusan massa yang sudah menunggu di perbatasan antara pemukiman dan kawasan hutan langsung menutupi jalan keluar.

Karena warga terus mendesak, akhirnya Sutrisno mengalah dan melayani dialog dengan warga. Dalam dialog singkat itu, warga secara tegas menolak segala bentuk aktivitas yang mengarah ke penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu yang dilakukan PT Indo Multi Niaga (IMN), dan tak terkecuali penambangan emas tradisional.

"Kami menolak segala bentuk aktifitas penambangan emas, yang resmi maupun yang tidak resmi. Yang berteknologi ataupun yang manual di sini, sebab aktivitas itu akan merusak lingkungan dan berdampak pada tatanan sosial," tegas Supariyanto, salah satu tokoh anti tambang emas asal Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, saat menyampaikan aspirasinya.

Aspirasi warga itu akhirnya diterima oleh Sutrisno. Menurutnya, fakta tersebut akan dijadikan sebuah masukan dan pertimbangan. "Baik, aspirasi anda sekalian sekedar menjadi informasi kami, bahwa masyarakat disini menolak PT IMN dan penambangan ilegal," jawab Sutrisno.

Mendapat jawaban tersebut, akhirnya massa membuka akses keluar. Setelah rombongan Dephut meninggalkan lokasi, massa anti tambang pun satu persatu turut pergi.
(bdh/bdh)
Berita Terkait