Imbasnya, sebanyak 15 ribu anggota barisan serbaguna (banser) yang merupakan pasukan pengamanan di dalam tubuh GP Ansor, mengaku siap diterjunkan untuk melakukan perburuan terhadap pelaku perampokan dan pembunuhan tersebut.
"Ini menjadi pelajaran berarti bagi kami, dan sebanyak 15 ribu pasukan banser siap untuk diterjunkan untuk memburu pelaku pembunuhan ini," kata Komandan Banser dari PCNU Kabupaten Blitar, Imron Rosyadi, saat ditemui wartawan di rumah duka, Rabu (3/6/2009).
Dalam melakukan pengejaran pelaku perampokan dan pembunuhan tersebut, anggota banser akan diinstruksikannya menggelar pengamanan swakarsa. Selain itu, sweping terhadap warga yang tidak dikenal akan dilakukan di sejumlah lokasi dengan waktu yang ditentukan secara mendadak.
"Bentuk detailnya seperti apa akan kami bicarakan lebih lanjut bersama teman-teman. Intinya kami geram dengan kejadian ini dan siap untuk berperan aktif dalam mencari pelakunya," tegas Imron.
Secara terpisah Kapolsek Nglegok AKP.Sabar, saat dikonfirmasi terkait rencana perburuan pelaku perampokan dan pembunuhan tersebut, mengaku sangat kaget.
Pihaknya berharap masyarakat, baik mengatasnamakan organisasi maupun perseorangan tidak bertindak main makim sendiri dengan menyerahkan penanganan kasus tersebut ke aparat kepolisian.
"Pengamanan swakarsa silahkan dan kami akan sangat mendukungnya. Tapi kalau sweeping saya pikir jangan, karena justru akan menjadikan masyarakat resah dan ketakutan," jelas Sabar.
Seperti diberitakan, H.Muhammad Ichwanto ditemukan tewas di rumahnya Rabu (3/6/2009) dinihari, setelah sebelumnya disekap kawanan rampok yang beraksi di rumahnya. Dalam kejadian tersebut koran juga kehilangan sejumlah harta benda miliknya, antara lain mobil, perhiasan emas, pesawat televisi, hand phone dan uang tunai sebesar Rp.3 juta.
(gik/gik)










































