Komplotan Pembobol Tabungan Nasabah Diringkus di Kediri

Komplotan Pembobol Tabungan Nasabah Diringkus di Kediri

- detikNews
Rabu, 03 Jun 2009 14:35 WIB
Komplotan Pembobol Tabungan Nasabah Diringkus di Kediri
Kediri - Polisi Kediri menggulung komplotan pembobol ATM nasabah yang memiliki daerah operasi lintas provinsi. Sayangnya, dari 8 tersangka, polisi hanya berhasil menangkap 4 orang pelaku.

Empat orang komplotan pembobol ATM yang digulung yakni, Bambang Umbara (29), warga Desa/Kecamatan Rembung, Kota Medan, Donny Sitanggang (29) dan Jepri Malik (29), warga Kelurahan Cimonte, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, serta Syaiful Bachri (34), warga Kelurahan Kaduyan, Kecamatan Curug, Kota Tangerang.

"Dari 4 pelaku ini memiliki peran masing-masing. Seperti tersangka Donny Sitanggang ini adalah otak sekaligus petugas yang mencairkan uang di ATM," kata Kapolresta Kediri, AKBP Rastra Gunawan dalam gelar perkara di Ruang Sat Reskrim, Rabu (3/6/2009).

Keberhasilan membongkar komplotan pembobol ATM ini bermula dari adanya informasi masyarakat, yang melaporkan ATM miliknya tertelan di mesin ATM Bank BNI Pondok Pesantren Lirboyo.

Pelapor atas nama Roy Suprayogi melapor ke polisi, setelah dalam kekalutan akibat ATM miliknya tertelan, didatangi salah satu pelaku yang menginstruksikan agar menelepon ke nomor Call Center Bank BNI yang ada di dalam area mesin ATM.

Rastra Gunawan mengungkapkan, setelah menelpon nomor call center yang disarankan, maka korban akan diminta menyebutkan nomor PIN miliknya. Langkah selanjutnya adalah meminta korban pulang untuk mengambil ATM miliknya keesokan harinya di kantor bank tempatnya menabung.

"Nah disini korban melapor karena curiga, saat menelepon justru diminta menyebutkan nomor PIN miliknya. Jadi modus mereka adalah menempelkan stiker call center palsu, apabila ada nasabah yang ATM-nya tertelan mereka akan berpura-pura memberikan pertolongan," jelas Rastra.

Sementara untuk membuat agar kartu ATM tertelan, keempat anggota komplotan tersebut memanfatkan batang korek api yang dimasukkan ke dalam lubang kartu ATM, sehingga mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara maksimal.

Indikasi komplotan tersebut beroperasi lintas provinsi, terungkap dalam pemeriksan. Mereka mengaku sejauh ini telah beroperasi di Jakarta, Yogya, Solo, Medan, Lampung, serta sejumlah kota di Jawa Timur.

"Kami pastikan ini komplotan besar saat ini. Bahkan masih ada 4 pelaku lain yang masih kami kejar, masing-masing berinisial ZA, IZ, AND, dan HR yang berdomisili di seputar Jabodetabek," ungkap Rastra.

Dari penangkapan ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi B 1171 CZ, ratusan lembar call center palsu dari sejumlah bank, puluhan kartu ATM, 4 buah handphone, kikir dan gunting kecil, serta kalkulator.
(bdh/bdh)
Berita Terkait