Ketua tim operasi RSU Pamekasan, dr Muhamad Akram SpB, sehabis operasi Fery belum bisa dirawat di ruangan biasa. Tampak kepala Fery masih dibalut dan tangannya mendapat cairan infus.
"Ruang yang lebih steril diperlukan Fery untuk meningkatkan dan mempercepat proses pertumbuhan kulit ari," kata dr Akram saat ditemui detiksurabaya.com di ruang ICU, Rabu (3/6/2009)
Selama perawatan di ruang ICU, Fery diawasi penuh oleh dr Akram. "Nanti, Fery akan ditangani pula oleh dokter spesialis anak," jelasnya.
Melihat anaknya yang mulai membaik, orangtua Fery, Sucipto dan Hendriyana tampak bersyukur. "Alhamdulillah, anak saya bisa ditangani sangat baik. Semoga lekas sembuh dan bisa bermain kembali," harap Sucipto haru.
Sebelumnya, Fery Falentino sudah sebulan ini tergolek lemas di rumahnya. Hampir sekujur tubuh anak bungsu pasangan Sucipto (32) dan Hendriyana (28) ini melepuh setelah tersiram minyak goreng panas.
Penderitaan Fery Falentino pun akhirnya mendapat perhatian Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Kadarisman. Kadinkes dan Direktur RSU Pamekasan diperintahkan untuk merawat Fery hingga sembuh. Kadarisman sempat menyesalkan Kepala Puskesmas Talang, Kecamatan Larangan yang tidak segera merujuk Fery ke RSU Pamekasan.
Anda ingin membantu meringankan beban orangtua Fery? Saatnya berbagi terhadap sesama. (fat/fat)










































