Ketua Anak Cabang NU Blitar Tewas Dibunuh Perampok

Ketua Anak Cabang NU Blitar Tewas Dibunuh Perampok

- detikNews
Rabu, 03 Jun 2009 10:43 WIB
Blitar - Untuk kesekian kalinya aksi perampokan terjadi di Kabupaten Blitar. Yang terbaru bahkan tidak hanya harta benda yang dikuras, melainkan juga mengakibatkan korbannya meninggal dunia.

Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com, aksi perampokan kali ini menimpa H Mohammad Ichwanto (52), seorang peternak ayam petelur yang juga tercatat sebagai Ketua Anak Cabang NU Desa Penataran, Kecamatan Nglegok.

Aksi perampokan yang menimpa korban terjadi, Rabu (3/6/2009) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Kawanan rampok yang berjumlah 6 orang bersenjatakan parang dan clurit itu diduga masuk ke rumah korban setelah mencongkel kunci pintu belakang rumah korban.

Usai berhasil masuk ke dalam rumah, kawanan rampok langsung menyekap penghuninya yang terdiri dari 2 orang, yaitu korban dan istrinya Hj Nurhidayati. Keduanya disekap dalam satu ruangan dengan diikat tanganya. Tak cukup sampai disitu, kedua korban juga ditindih kepalaya dengan bantal, hingga mengakibatjan H Mohammad Ichwanto tewas kehabisan udara.

Setelah berhasil memperdayai korbannya, kawanan rampok langsung menguras harta benda yang ada di dalam rumah. Antara lain uang tunai Rp 3 juta, sebuah TV, HP, Perhiasan emas seberat 20 gram, dan sebuah mobil Suzuki Katana.

Aksi perampokan ini terbongkar selang 3 jam kemudian, setelah Dawali maksum (32), salah satu sepupu korban hendak menunaikan jamaah salat Subuh di mushola yang dekat dengan rumahnya.

"Saat saya hendak salat Subuh saya lihat pintu rumah Pakdhe sudah terbuka. Saat saya masuk Budhe dan Pak dhe dalam kondisi terikat, dan setelah saya buka bantalnya ternyata Pak dhe sudah meninggal," jelas Dawali kepada wartawan di rumah duka.

Mendapati kejadian tersebut, Dawali langsung melaporkannya ke aparat kepolisian di Mapolsek Nglegok yang tak berselang lama langsung datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Secara terpisah Kapolsek Nglegok AKP Sabar, saat dikonfirmasi belum dapat memberikan banyak keterangan. Pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian perampokan tersebut.

"Tolong tunggu hasil kerja kami saja. Saat ini kami masih melakukan identifikasi dan jika selesai pasti nanti akan ada keterangan yang diberikan," tegas Sabar.

(bdh/bdh)
Berita Terkait