Anak pasangan Antasena (50) dan Naton (40) itu akan mengakhiri hidupnya dengan meminum cairan obat nyamuk. Alasan dia bunuh diri karena tidak boleh menikah dengan pemuda pilihannya yang masih satu kampung.
Beruntuk aksi nekat korban diketahui oleh kakaknya Sri (25) yang langsung membawa korban ke RS Widodo Ngawi.
Naton, ibu korban di RS Widodo, Selasa (2/6/2009) mengatakan, dirinya memang tidak menyetujui jika anaknya menikah dengan pemuda satu kampung. Karena mereka lebih suka jika anaknya mau menikah dengan pemuda luar kampungnya.
"Saya itu tidak melarang untuk menikah, namun jangan dengan orang sekampung, tapi ini terlanjur pacaran dengan anak satu desa juga," jelas Naton dengan meneteskan air mata.
Naton menambahkan, anaknya Fajariah saat ini telah berpacaran dengan Arif (23), pemuda yang masih tinggal satu Desa di Dusun Jegolan, Kelurahan Tempuran, Kecamatan Paron.
Sementara dokter Arif, dokter jaga RS Widodo Ngawi kepada wartawan menyatakan bahwa racun yang telah masuk ke tubuh korban sampai saat ini racun belum bisa dikeluarkan. Saat ini tim dokter masih berusaha untuk proses pengeluaran racun. "Korban belum sadarkan diri sehingga membahayakan jiwanya," ungkapnya. (bdh/bdh)










































