Langkah mereka nampak tergesa-gesa. Saat ditanyakan siapa yang mereka cari, mereka mengaku mencari Dedi Anugrah Pratama. Mereka kebingungan, karena nama tersebut tidak berada dalam daftar penumpang dan ABK kapal Mandiri Nusantara yang tertempel di posko informasi Adpel.
Rasmiati dan Mamik, adalah yang selama ini indekost di rumah Dedi di Jalan Ikan Duyung 51, Surabaya. Menurut mereka, Dedi memang bukanlah penumpang KM Mandiri Nusantara, melainkan ABK dari kapal milik PT Prima Vista.
Dedi, kata Mamik, adalah ABK yang bekerja di bagian mesin. Mendengar kata ABK bagian mesin, seorang wartawan langsung memberitahu bahwa nama yang bersangkutan memang tidak ada dalam daftar karena telah dinyatakan hilang. Mendengar itu, Rasmiati langsung menangis sesenggukan.
"Benarkah, kok bisa. Kok orang Prima Vista tidak memberitahu kami," ujar Rasmiati kepada detiksurabaya.com dengan muka sedih, Senin (1/6/2009).
Rasmiati menjelaskan bahwa tadi pagi dirinya dan Mamik sempat mendatangi kantor pusat PT Prima Vista di Jalan Rajawali. Tetapi oleh pihak Prima Vista mereka tidak ditangggapi, dan hanya disuruh untuk menanyakan hal itu ke pihak Adpel Tanjung Perak Surabaya.
Di posko informasi, tentu saja mereka tidak mendapati nama Dedi, karena yang tertempel di papan pengumuman posko adalah daftar nama para penumpang, bukan ABK.
Masih sambil terisak, Rasmiati menceritakan bahwa Dedi bukanlah siap-siap mereka. Namun Dedi sudah mereka anggap sebagai adik sendiri karena memang mereka sudah lama kos di rumah Dedi di Jalan Ikan Duyung 51. Dedi sendiri diceritakan masih berumur sekitar 26 tahun. Dedi mempunyai istri dan satu anak, tetapi mereka tinggal di Semarang.
"Saya sudah coba menelepon istrinya, tetapi tidak nyambung-nyambung," kali ini ujar Mamik.
Mamik dan Rasmiati sendiri masih berharap bahwa Dedi yang mereka maksud bukanlah Dedi yang dinyatakan hilang tersebut. Mereka masih berharap Dedi yang mereka kenal masih hidup. Mereka masih tidak percaya dengan berita yang mereka dengar.
"Saya akan cek lagi di kantor Prima Vista yang ada Jalan Perak Timur," ujar Mamik sambil berlalu.
Sementara itu saat dikunjungi, rumah Dedi terlihat lengang. Saat ditemui, Harno, paman Dedi memebenarkan bahwa keponakannya itu memang bekerja di PT Prima Vista di bagian mesin kapal. Saat dikabari bahwa keponakannya dikabarkan hilang, Harno terlihat tenang. Dirinya hanya berharap bahwa kesimpangsiuran tentang korban yang hilang segera dipastikan.
"Saya berharap ada kepastian tentang keberadaan keponakan saya." tukas Harno.
(iwd/bdh)










































