Pasangan Dasuki (30) dan Ny Bunaya (25) saat kapal KM Mandiri Nusantara yang ditumpanginya terbakar itu sedang santai di bagian tengah kapal bersama anak semata wayangnya, Sabtu sore (30/5/2009) di Kepulauan Keramaian.
Namun mendadak suasana menjadi hiruk pikuk. Para penumpang berteriak jika ada kebakaran. Asap pun mulai membumbung. Kepanikan pun tak bisa dibendung.
Sebagian besar orang mulai terjun dari atas kapal karena lantai kapal sendiri yang terbuat dari besi sudah mulai terasa panas. Apalagi mereka juga melihat bahwa sekoci tidak dapat diturunkan.
Mencoba bersikap tenang, akhirnya Dasuki panik juga. Di tengah kepanikannya itu dirinya mengambil keputusan untuk terjun ke air. Beruntunglah suami istri itu karena masih kebagian jaket pelampung.
Sufyan sendiri digendong di dada Dasuki dengan diikat menggunakan jarik. Secara perlahan-lahan, mereka menuruni tangga tali yang menuju ke arah bawah. Byuuur! Ketiganya terjun ke laut.
Dinginnya air laut memecah tangis Sufyan. Bocah itu menangis keras. Bunaya pun tak kuasa menghentikan tangis Sufyan sementara Dasuki terus menjaga keseimbangan agar tubuh bagian atas Sufyan tetap berada di permukaan air.
"Saya takut sekali waktu itu. Saya takut, memikirkan nasib anak saya ini," tutur Bunaya dalam bincang-bincangnya dengan detiksurabaya.com di Gapura Surya, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu malam (31/5/2009).
Setelah kurang lebih satu jam terombang-ambing ombak, sebuah tug boat datang dan menarik mereka ke atas. Secara perlahan-lahan tangis Sufyan pun berhenti meski baju warna biru yang dikenakannya masih basah kuyup.
Setelah berhasil diselamatkan tug boat, puluhan penumpang dipindah ke kapal kargo Timur Galaxy yang lebih besar dan kebetulan sedang menuju arah Surabaya.
Meski sudah berhasil selamat, namun kondisi mereka masih memprihatinkan. Karena yang ditumpangi adalah kapal kargo maka tidak cukup banyak tersedia makanan bagai seluruh penumpang. Makanan hanya diberikan kepada bayi dan anak-anak, sedangkan orang dewasa hanya cukup kenyang dengan air minum saja.
"Nggak apa-apa, yang penting anak saya bisa makan," tukas Bunaya.
Selama di kapal kargo Timur Galaxy menu yang tersedia hanyalah nasi putih plus lauknya, sepotong tahu. Menu itulah yang dimakan oleh Sufyan dan puluhan bocah lain. Terkadang kru kapal memberi mie ataupun snack kepada bocah yang lucu tersebut.
Untuk susu, Bunaya tidak berharap banyak karena Sufyan bisa makan saja dirinya sudah sangat bersyukur. "Kami bersyukur bisa selamat," ujar Dasuki.
(iwd/gik)











































