Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf, sesaat sebelum memberikan sambutan dalam memperingati HUT ke-75 GP Ansor di MTs Maarif di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Minggu (31/5/2009).
"Sudah sejak lama antara Ansor dan SBY memiliki kedekatan istimewa. Dan tidak salah bila akhirnya kami memberikan dukungan untuk pencalonan beliau yang kedua kalinya ini," kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifulloh Yusuf.
Dalam acara yang juga dihadiri cawapres Boediono tersebut, Gus Ipul menegaskan jika organisasi yang dipimpinnya siap 100% memberikan dukungan untuk pasangan SBY-Boediono menjadi pemimpin Indonesia 5 tahun ke depan.
"Kami bukan partai politik, tapi kalau untuk memenangkan pasangan dalam pesta demokrasi biasanya kami selalu sukses," tegas Gus Ipul yang juga sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur.
Untuk saat ini, anggota GP Ansor se Indonesia diperkirakan lebih dari 10 juta orang. Hal ini berdasarkan pendataan terakhir yang dilakukan tahun 2005 silam, jumlah anggota GP Ansor sudah menembus angka 7 juta orang.
Keputusan GP Ansor memberikan dukungan kepada pasangan SBY-Boediono tersebut, bertolak belakang dengan pernyataan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi yang sebelumnya justru condong memberikan dukungannya kepada pasangan JK-Win. Terkait hal tersebut, Gus Ipul mengaku tidak terpengaruh. "Kalau pengurus NU mungkin, tapi kalau warga NU saya yakin mereka sudah memiliki pilihannya masing-masing. Beda lho ya antara pengurus dengan warga NU," ujarnya.
Sementara terkait isu paham ekonomi neo liberalisme yang dijadikan senjata oleh lawan politik SBY untuk menyudutkan Boediono, Gus Ipul juga mengaku tidak terpengaruh.
"Jujur saya sendiri juga tidak paham apa itu neolib, dan saya yakin bukan hanya saya yang tidak memahaminya. Yang saya lihat dari sosok Pak Boediono, beliau justru sebagai ekonom handal yang akan bisa mendampingi Pak SBY dengan baik," jelas Gus Ipul.
Terlebih dengan status Boediono sebagai putra Blitar yang tercatat sebagai salah satu bagian dari Jawa Timur, dukungan tersebut akan semakin kuat. "Kalau boleh jujur, kita harus menunggu berapa lama lagi untuk bisa memiliki pasangan pemimpin dari Blitar. Kalau tidak percaya tanya warga di sini mereka lebih suka siapa pemimpinnya," papar Gus Ipul. (fat/fat)










































