Hal itu dikatakan oleh salah satu penumpang KM Mandiri Nusantara, Sugiyanto yang berhasil dihubungi kakaknya, Marsus Arifin (43) asal Jember.
"Adik saya mengatakan jika ledakan yang mengakibatkan kapal terbakar berasal dari bagian bawah kapal. Mungkin dari tempat kendaraan roda empat diparkir," kata Marsus Arifin kepada wartawan menirukan perkataan adiknya di posko Adpel Tanjung Perak, Minggu (31/5/2009).
Adiknya, jelas Marsus, akibat ledakan itu Sugiyanto dan sekitar 300 penumpang lainnya kaget, cemas dan bertanya-tanya apa yang terjadi. Namun sebelum pertanyaan itu terjawab, api sudah mulai membakar kapal. Karena panik, sebagian besar penumpang langsung melompat ke laut.
Meski tidak dijelaskan, para penumpang itu memakai pelampung atau tidak. Bahkan kru kapal sempat menyiapkan sekoci atau tidak juga tidak diketahui. Namun menurut Sugiyanto, dirinya sempat terombang-ambing di laut mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, Sabtu (30/5/2009). Saat itu ada sebuah kapal yang kebetulan lewat, menolong dan mengevakuasi para penumpang yang terombang-ambing.
Marsus mengaku bahwa dirinya dihubungi oleh adiknya pukul 02.00 dini hari tadi. Saat itu dikabarkan kapal adiknya terbakar. Marsus pun langsung bersiap berangkat ke Surabaya sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi.
"Adik saya punya 3 ponsel. Tapi hanya satu yang bisa dihubungi," tandas Marsus.
(fat/fat)










































