Bapak tiga anak ini ditemukan dalam kondisi leher terikat sprei terbujur kaku di lantai kamar tidur. Untuk memastikan kematian korban, jenazah dibawa ke kamar jenazah RSU Syaiful Anwar (RSSA) Malang oleh keluarga dan petugas Polsek Lawang.
Menurut salah seorang kerabat, Sunarko (45) mengaku bahwa pertama kali yang menemukan korban yakni anak pertamanya, Mirna (21). Saat itu saksi melihat kondisi orang tuanya terbujur kaku di lantai kamar, dengan leher terikat dan mengenakan celana pendek berkaos warna merah.
Melihat kondisi bapaknya mengenaskan, anak korban langsung berinisiatif memotong tali seprei yang mengikat leher korban yang disambungkan ke jendela naco. Anak korban pun meminta tolong ke tetangga untuk mendobrak pintu yang terkunci dalam.
"Kain sprei sempat dipotong dari sela-sela jendela teralis. Kemudian meminta bantuan tetangga untuk mendobrak pintu kamar," katanya.
Korban, kata Sunarko, merupakan calon legislatif untuk anggota DPRD Kabupaten Malang dalam pemilihan legislatif 2009 kemarin. Namun, karena kurangnya suara korban tidak terpilih. "Korban kemarin sempat nyaleg, tapi gak terpilih," ujarnya seraya menyembunyikan darimana asal partai yang membawa korban ikut pileg 2009 kemarin.
Sementara korban sejak 3 bulan lalu menganggur, setelah bisnis kontraktor di Surabaya juga kandas.
"Sudah 3 bulan ini nganggur mas dari kerjaan sebagai kontraktor di Surabaya. Mungkin itu yang membuat dia depresi," tambah Sunarko.
Menurut Sunarko sehari sebelumnya ditemukan tewas, bapak tiga anak ini sempat curhat ke istrinya Ermayanti (49), Korban mengaku sedang depresi karena kehilangan perkerjaan. Itu diperparah dengan gagal dalam pemilihan legislatif 2009 kemarin.
"Dalam curhat itu, korban bingung karena telah kehilangan semua," imbuhnya.
Bahkan sebelum ditemukan tewas, sejak pukul 23.00 WIB semalam korban mengurung diri dalam kamar dan mengunci pintu kamar dari dalam. Pihak keluarga sendiri sempat kebingungan dan berusaha meminta korban untuk membuka pintu. Namun, setelah dibiarkan mengunci diri di dalam kamar korban esok harinya ditemukan tewas dengan leher terikat. "Meski diketuk pintunya tidak dibuka," sambungnya.
Sementara kejadian ini keluarga mengaku pasrah. Kini jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka setelah menjalani visum di RSSA Malang.
Secara terpisah Kapolsek Lawang AKP Sulchan saat dikonfirmasi mengaku kematian korban murni bunuh diri dengan menggunakan tali sprei untuk mengikat lehernya. Guna memperkuat kepastian kematian korban. Pihaknya membawa ke RSSA Malang untuk dilakukan visum.
"Kami juga mengamankan kain sprei untuk barang bukti. Pada saat olah TKP juga ditemukan bekas sperma yang menandakan korban murni bunuh diri," jelasnya saat dihubungi.
(fat/fat)











































