Sebelum turun dan akhirnya 22 siswa dari SMAN 1 Kapongan Situbondo dan 2 pembinanya tersesat, ternyata diantara peserta napak tilas menggenggam 3 batu yang dipercaya sebagai Batu Mustika.
Batu yang bagi sebagian masyarakat dipercaya memiliki kekuatan magis yang luar biasa itu ditemukan 3 orang di area makam yang berada di Puncak Rengganis pada Minggu (24/5/2009).
Yang menemukan adalah Abdul Hamid, seorang pembina beserta dua siswanya masing-masing Achmad Baidowi dan Siti Nurjamilah. Batu yang diperoleh secara tak terduga berwarna coklat kayu, merah delima dan bening.
Batu berwarna coklat ditemukan ABdul Hamid di atas nisan, warna merah delima di pepohonan oleh Siti Nurjamilah dan Achmad Baidowi menemukan batu yang berwarna bening di balik batu nisan.
"Saya mendapatkan batu itu dari atas puncak Rengganis. Satu batu di bawah nisan atas yang katanyanya makamnya Dewi Rengganis," kata Abdul Hamid saat ditemui di Pos Bremi di Desa Bermi, Probolinggo, Rabu (27/5/2009) pagi.
Abdul Hamid di Pos Bremi bersama guru lainnya dalam penantian Tim SAR yang sedang menyusuri lereng Argopuro untuk mencari 5 anggota Pramuka yang masih tersesat.
Dalam kegiatan Napak Tilas Dewi Rengganis itu diikuti 22 siswa dan 2 pembina. Mereka berangkat tanggal 20 Mei dan dijadwalkan turun 22 Mei. Namun hingga 23 Mei ternyata belum juga tiba. 17 siswa dan 2 pembinanya sudah ditemukan.
(gik/gik)











































