Tiga korban naas tersebut masing-masing, Sakun (23) sopir minibus Suzuki Carry bernopol S 1803 H dan dua penumpangnya, Masidi (61) dan Kurdi (40). Semua korban warga Desa Minohorejo.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com dari lokasi kejadian menyebutkan, tragedi kecelakaan maut bermula saat ketiga warga itu mengikuti rapat di Balai Desa Minohorejo. Sakun yang baru membeli mobil mengemudikan kendaraannya bersama dua tetangganya.
Sakun yang baru bisa mengemudi mendahului bus Indonesia bernopol S 8584 UE untuk memburu jam rapat. Sialnya, dari arah utara muncul dump truk yang dikemudikan Mashudi bermuatan semen curah. Sakun yang panik tak bisa mengendalikan laju kendaraannya.
Tabrakan pun tak bisa dihindari. Bagian depan minibus ringsek, hingga Sakun terjepit badan kendaraan. Saking kerasnya benturan, minibus malang itu sempat berbalik arah ke timur berhadapan dengan bus Indonesia yang didahuluinya. Sementara dump truk hanya penyok bagian bemper depannya.
Melihat ada tabrakan, warga langsung memberi pertolongan. Dua penumpang minibus, Kurdi dan Masidi berhasil dievakuasi. Namun kondisinya mengalami luka parah di bagian kepala dan dada karena kerasnya benturan. Sedangkan untuk evakuasi Sakun, membutuhkan waktu agak lama.
Sayang nyawa Sakun tak selamat saat dalam perjalanan ke RSUD Dr R Koesma Tuban. Sedangkan dua korban lainnya, mengalami nasib serupa meski sempat dirawat di IRD RSUD setempat.
"Mereka sebenarnya mau mengikuti rapat di balai desa, tapi takdir membawa ketiga warga saya itu wafat tabrakan di jalan," kata Sekretaris Desa Minohorejo, Munasis kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Tuban AKP Ahri Zanto menyatakan, kecelakaan diduga karena pengemudi minibus baru bisa mengemudikan kendaraan. "Ia mengendarai mobilnya terlalu ke kanan hingga terjadi tabrakan," kata Ahri Zanto.
(fat/fat)











































