15 Pramuka Dilaporkan Tersesat di Pegunungan Argopuro

15 Pramuka Dilaporkan Tersesat di Pegunungan Argopuro

- detikNews
Senin, 25 Mei 2009 11:27 WIB
15 Pramuka Dilaporkan Tersesat di Pegunungan Argopuro
Situbondo - 15 siswa SMUN Kapongan dikabarkan tersesat di Pegunungan Argopuro, Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo. Mereka sedang melakukan pendakian ke sebuah situs bersejarah di Puteri Rengganis, di salah satu puncak pegunungan tersebut.

Diperoleh keterangan, para siswa itu adalah anggota Pramuka yang tengah melakukan kegiatan penjelajahan sejak hari Rabu (20/5/2009). Didampingi oleh dua pembimbing dan seorang pelatih Pramuka.

Kabar tentang tersesatnya belasan anggota Pramuka yang tengah melakukan pendakian itu diperoleh dari Abdul Hamid (44), orang tua Firman Setyawan (16), salah seorang siswa.

"Kami mulai cemas karena Setyawan pamitnya akan pulang pada hari Minggu kemarin. Tenyata sampai hari ini kok belum juga ada kabarnya," tutur Abdul Hamid, kepada sejumlah wartawan yang menemuinya, Senin (25/5/2009).

Kecemasan Hamid segera terjawab setelah dirinya datang ke SMUN Kapongan untuk menanyakan nasib anaknya. Pihak sekolah ternyata menjawab kalau hingga kini masih dilakukan pencarian di lokasi.

Dituturkan Hamid, saat akan berangkat mengikuti kegiatan Pramuka anaknya hanya berbekal 3 bungkus mie instan dan beras 0,5 kilogram. Bahkan Firman sempat mengabarkan kondisinya pada hari Sabtu (23/5/2009) pukul 09.00 pagi melalui sms.

"Saya sudah sampai di puncak. Bapak tidak usah khawatir," pesan dari Setyawan yang diterima Hamid.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaaan SMUN Kapongan, Sugiyono Eksantoso, saat dikonfirmasi membenarkan kalau hingga kini belasan siswanya belum kembali dari kegiatan pendakian.

"Kami juga telah melakukan koordinasi dengan Polsek dan Koramil Sumbermalang juga Pecinta Alam (PA) Graneca untuk membantu melakukan pencarian," jelas Sugiyono.

Dikatakan, sebenarnya kegiatan pendakian ke puncak Rengganis sudah selesai hari Sabtu kemarin. Ternyata, menurut salah seorang saksi mata warga setempat siswa ketemu dengan Tim PA dari Malang. (gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait