BLT Warga Sumenep Disunat Aparat Desa

BLT Warga Sumenep Disunat Aparat Desa

- detikNews
Sabtu, 16 Mei 2009 14:40 WIB
Sumenep - Pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kabupaten Sumenep, Madura menyisahkan masalah. BLT yang seharusnya diterima utuh sebesar Rp 200 ribu per orang ternyata hanya diberikan Rp 135 ribu sampai Rp 140 ribu.

Pemotongan BLT tersebut dialami oleh warga Desa Sasiel dan Paliat, Kecamatan/Pulau Sapeken, Sumenep. Pemotongan dilakukan oleh aparat desa setelah dana diterima secara kolektif dari petugas PT Pos Sumenep bagi 770 orang penerima.

Ketua Lembaga Advokasi dan Penegakan Hukuk untuk Masyarakat (Laphum) Kecamatan Sapeken, Sumenep, Joni mengatakan, masyarakat penerima BLT di dua desa itu protes dengan pemotongan BLT dan mengancam akan melaporkan pada penegak hukum.

Alasan aparat desa yang diterima warga, pemotongan itu dilakukan dalam rangka pemerataan penerima BLT. Sebab, masih banyak warga miskin yang tidak menerima. "Kebijakan aparat desa itu diduga sebagai lahan penyimpangan dalam pencairan BLT tahun ini," kata Joni saat dihubungi detiksurabaya.com via telepon, Sabtu (16/5/2009).

Hasil investigasi LSM Laphum, warga miskin di dua desa tersebut sudah masuk dalam daftar penerima BLT. Pemotongan yang dilakukan aparat desa hanya dalih dan merupakan bentuk penyimpangan pencairan BLT yang harus diusut oleh aparat hukum.

"Saya sebagai LSM tentunya akan mengawal pencairan BLT yang diduga akan menyimpang dari aturan yang ada," ujarnya.

Sementara, Ketua Satgas BLT PT Pos Kabupaten Sumenep, Sukarman, mengaku belum menerima laporan dari warga jika ada dugaan pemotongan yang dilakukan oknum aparat desa.

"Sampai saat ini belum ada laporan pemotongan BLT. Sebab, pencairan BLT dilakukan langsung oleh petugas pos di kantor-kantor pos atau di kantor desa yang telah ditetapkan karena di daerah itu tidak ada kantor pos," kata Sukarman pada wartawan di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo.

(bdh/bdh)
Berita Terkait