Aksi tolak Capres-Cawapres ini disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Bundaran Balaikota Malang Jalan Tugu, Jumat (15/5/2009) siang.
Aksi unjuk rasa yang diikuti puluhan mahasiswa perwakilan dari 35 BEM Se-Indonesia ini menilai para kadindat Capres-Cawapres adalah antek-antek asing. Selain itu para kandidat ini juga mengancam kesengsaraan rakyat di masa mendatang.
Selain melakukan orasi, pengunjuk rasa juga menyampaikan protes dengan aksi teaterikal mengenai rakyat yang selalu tertindas oleh kepemimpinan yang berkiblat pada kapitalisme.
Menurut Nana Azis, koordinator BEM Se-Indonesia wilayah Jawa Timur, Capres-Cawapres yang ada saat ini akan kembali membela kepentingan asing dengan meniadakan kepentingan rakyat.
"Pemimpin harus mempunyai intergritas tinggi dan bebas dari kasus pelanggaran HAM dan selalu mementingkan rakyat," ujarnya.
Aksi yang mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian ini berlangsung damai. Selain itu aksi ini juga mendapat perhatian para pengguna jalan yang melintas di depan kantor DPRD dan Walikota Malang.
(bdh/bdh)











































