Peristiwa tragis ini terjadi saat pelaku dan korban berpapasan di toko dekat rumah keduanya, Jumat (15/5/2009). Karena seminggu sebelumnya keduanya sempat bertengkar, korban berusaha menghindar. Namun pelaku yang sudah terlanjur emosi langsung mengejar Hariyanto sambil membacokan celurit yang dibawanya.
Karena korban tidak membawa senjata, maka Hariyanto menjadi sasaran empuk pelaku hingga mengayuhkan cluritnya beberapa kali. Warga yang mengetahui kejadian itu tak bisa berbuat apa-apa, karena saat warga berusaha menolong, pelaku malah akan membacoknya juga.
Akibat tebasan clurit, korban menderita luka di bahu dan tangan kanan nyaris putus. Melihat kejadian itu, warga segera melarikan korban ke Rumah Sakit dr Haryoto Lumajang. Sedangkan pelaku berhasil ditangkap selang 2 jam kemudian dan diamankan ke Mapolsek Klakah.
Kapolsek Klakah AKP Nasir mengatakan peristiwa pembacokan ini terjadi karena pelaku meminta warisan tanah tidak diberi oleh kakek dan kakaknya. Pasalnya tanah warisan yang sebelumnya sudah diperoleh pelaku telah dijual.
"Pelaku nekat bacok korban karena marah kakak iparnya yang ikut-ikut masalah keluarga pelaku," kata Nasir saat ditemui wartawan di Mapolsek.
(bdh/bdh)










































