Anggota Tipiter yang diteriaki maling dan sempat dikejar puluhan warga itu yakni Aiptu Somad. Padahal yang bersangkutan telah menjelaskan jika melaksanakan tugas dari atasannya.
Peristiwa itu bermula saat Somad menarik mesin batu dengan menggunakan mobil. Namun tidak lama berselang ada beberapa warga yang meneriaki maling dan melempar batu. Warga pun berdatangan dan terlihat terprovokasi.
Beruntung penyidik Polres Sumenep ini tidak menjadi korban keberingasan warga. Pasukan dari polres segera datang dan mengamankan lokasi.
Salah seorang saksi mata, Edi Junaidi (39) warga setempat mengaku petugas yang datang ke lokasi untuk menyita barang bukti berupa mesin pemecah batu nyaris babak belur setelah dihujani batu. Yang bersangkutan diteriaki maling karena berpakaian preman.
"Dia selamat dari keganasan warga setelah melarikan diri dan pasukan dari polres segera datang ke lokasi," ujar Edi kepada wartawan di lokasi, Jumat (15/5/2009).
Pantauan di lapangan, selain pasukan bersenjata lengkap, Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin juga terlihat di lokasi.
Sedangkan mesin pemecah batu bantuan Pemkab Sumenep tahun 2006 lalu tetap dibawa ke polres sebagai barang bukti dugaan penjualan aset milik pemkab yang kasusnya dalam pengusutan polisi. Sedangkan dua warga yang diduga menjadi provokator juga diamankan yakni Junaidi (35) dan Sutamo (45), keduanya warga Desa Lobuk.
(fat/fat)











































