Dipancing 'Manusia Bersisik', Wartawan Radar Madura Dilucuti

Dipancing 'Manusia Bersisik', Wartawan Radar Madura Dilucuti

- detikNews
Kamis, 14 Mei 2009 18:44 WIB
Bangkalan - Jika di Jakarta, wartawan SCTV dianiaya satpam BI, di Madura lain lagi. Wartawan Radar Madura yang bertugas di Kabupaten Bangkalan menjadi korban perampokan. Dugaan motif perampokan dilatarbelakangi masalah pemberitaan masih gelap.

Zarnoji (24) yang bergabung dengan Radar Madura sejak 8 bulan lalu itu harus kehilangan peralatan kerja berupa Kamera digital, 3 buah handphone, sepeda motor honda, dan dompet yang berisikan surat-surat dan uang sebesar Rp200 ribu.

Perampokan tersebut terjadi usai liputan di Dermaga Kamal, Bangkalan, Kamis (14/5/2009). Sebelum menuju kota Bangkalan, yang bersangkutan dihampiri seorang laki-laki bertubuh kekar dan menyampaikan jika ada manusia bersisik dan perlu diliput.

Korban pun tidak curiga. Orang yang memberi informasi itu dibonceng dan hendak menuju lokasi yang dikabarkan ada manusia bersisik yakni di Desa Tonaan, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Setelah sampai di desa tersebut yang jauh dari pemukiman warga, korban diberhentikan oleh 2 orang yang kelihatan beringas.

Dua orang itu mengeluarkan pisau dan mengancam membunuhnya jika sepeda motor dan peralatan kerjanya tidak diserahkan. Korban pun semakin tidak berdaya. Sebab orang yang dibonceng tersebut ternyata teman perampok.

Korban ketakutan dan akhirnya menyerahkan semua yang diminta pelaku. Wartawan Radar Madura yang sebelumnya sempat menulis kasus perselingkuhan PNS dan PHL di lingkungan pemkab Bangkalan ini pulang ke Kamal dengan berjalan kaki dan melaporkan kasusnya pada Polres Bangkalan.

Zarnoji mengatakan, selama menjalankan tugas sebagai wartawan tidak pernah melakukan hal yang salah dengan peliputan. "Yang saya bonceng ternyata satu komplotan dengan perampok," kata Zarnoji di Mapolres Bangkalan, Jalan Pemuda-Kaffah.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Bangkalan, Iptu Sulaiman, mengatakan, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap korban. "Kita masih mengumpulkan keterangan dari korban. Jadi, belum bisa menyimpulkan motif perampokan yang menimpa wartawan," terang Sulaiman pada wartawan di ruang kerjanya.

Sedangkan Pimred Radar Madura, M Tojjib, meminta pihak kepolisian dapat mengungkap pelaku dan motif perampokan tersebut. "Pelaku dan apa motifnya harus diungkap oleh petugas," tegas Tojjib dihubungi.
(gik/gik)
Berita Terkait