Diterjang Angin Kencang, Pohon Beringin Roboh Timpa 2 Rumah

Diterjang Angin Kencang, Pohon Beringin Roboh Timpa 2 Rumah

- detikNews
Kamis, 14 Mei 2009 18:34 WIB
Tuban - Lebih 3 jam dihempas angin kencang, pohon beringin tua di Dusun Ngendut, Desa Bekiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban ambruk menimpa dua rumah milik warga setempat, Kamis (14/5/2009).

Meski tak ada korban jiwa, namun 2 rumah milik Supardi (49) hancur berantakan. Hingga pukul 18.30 WIB, pohon tersebut belum berhasil disingkirkan, karena pohon berusia ratusan tahun itu berdiameter 2 meter lebih.

Selain menerjang pohon tua di bawahnya, diantara akarnya terdapat sumber air itu, amuk angin juga merusak 8 rumah warga. Kerusakan paling banyak pada bagian atap dan genting berjatuhan.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com dari warga setempat menyebutkan, angin kencang yang datang tiba-tiba diawali mendung tebal menyelimuti dusun di atas bukit kapur tersebut. Tiba-tiba pohon yang oleh warga dikeramatkan karena usianya tua roboh.

Robohnya pohon beringin ke arah timur, sehingga tepat mengenai 2 unit rumah Supardi. Rumah dalam posisi berjejer itu langsung remuk. Bahkan dua ekor sapi yang ada di kandang bagian belakang rumah sempat terjepit ranting pohon. Meski akhirnya bisa diselamatkan, salah satu sapi kakinya tepincang.

"Untungnya saya dan keluarga tidak ada di rumah saat pohon ringin ini tumbang," kata Supardi saat ditemui detiksurabaya.com di sela-sela gotong royong membersihkan pohon yang menimpa rumahnya di Dusun Ngendut, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban.

Tampak warga menggunakan geragaji mesin dan parang, bergantian memotong setiap ranting pohon yang menimpa rumah Supardi. Tampak pula istri Supardi, Wartini, mengambil barang-barang reruntuhan rumahnya.

"Ini karena usia pohon yang sangat tua, sehingga begitu ada angin kencang langsung tumbang," kata Sumali (48), di samping sejumlah warga lainnya. Dia katakan saat ia masih kecil pohon itu sudah berdiri besar. Makanya warga memperkirakan usia pohon ini lebih dari ratusan tahun.

Sebagian warga meyakini, tumbangnya pohon tua itu membawa pertanda yang kurang baik bagi dusunnya. Apalagi selama ini saat kemarau mengandalkan sumber air dari pohon ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

"Kalau pas kemarau semua sumber air disini sudah habis. Tinggal air di bawah pohon ini saja yang ada," ungkap Sawit, warga lainnya.

Bahkan di saat kemarau warga hanya menggantungkan air untuk kebutuhan sehari-hari dari sumber air ini. Sampai-sampai pada sore dan pagi hari, mereka rela antri berjam-jam untuk mendapatkan air dari sumber itu.

Warga khawatir jangan-jangan setelah pohonnya tumbang, bakal habis pula sumber air yang ada di bawahnya. "Semoga saja tidak terjadi apa-apa setelah pohon beringin tua ini roboh," katanya.

(fat/fat)
Berita Terkait