Perlengkapan dapur yang dimintanya yakni, kendi, wajan, entong dan kendil. Kecuali entong, kesemua perlengkapan yang dimintanya itu harus terbuat dari tanah. Bahkan entong yang dipesannya tersebut harus terbuat dari kayu berwarna hitam.
Lebih anehnya lagi, perlengkapan itu akan dibelinya dengan cara barter. Namun jangan sangka jika Supiah akan membarter dengan barang berharga setara dengan barang yang dimintanya. Nenek berusia lebih dari setengah abad tersebut menawarkan barter perlengkapan dapur dengan anjing.
"Aku tuku kendi, kendil, wajan karo entong, kabeh teko lemah, entonge kayu, siji-siji. Tak bayar karo asu yo, (Aku beli kendi, kendil, wajan sama entong, semua dari tanah, entongnya kayu, satu-satu. Saya bayar dengan anjing ya-Red)," pinta Supiah kala ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Kamis (14/5/2009).
Saat ditolak barter anehnya itu, Supiah justru akan membayar dengan manusia. "Nek gak gelem yo tak ganti bayar karo menungso, gelem?( Kalau tidak mau ya saya ganti dengan manusia, mau?-red)," kata Supiah lagi.
Kala ditanya akan dipakai untuk apa, Supiah menjawab akan memakai perlengkapan itu sesuai dengan fungsinya. Namun cara barternya tersebut mengundang ketakutan dari pihak keluarganya. Sebab, Supiah meski dianggap para tetangganya stres namun tak pernah ngelantur sejauh itu saat berbicara.
"Kok lama-lama tambah aneh saja dia itu, mudahan tidak ada maksud apapun dari bicara ngelanturnya itu," kata Saudah (32), adik kandung SUpiah dengan nada penuh kekhawatiran.
(gik/gik)











































