Rumah Pengusaha Travel Dirampok, Kerugian Hampir Rp 1 M

Rumah Pengusaha Travel Dirampok, Kerugian Hampir Rp 1 M

- detikNews
Kamis, 14 Mei 2009 10:20 WIB
Blitar - Aksi perampokan kembali terjadi di Kabupaten Blitar. Kali ini menimpa pengusaha travel bernama Nanang Fachrudin. Akibat kejadian tersebut, harta benda korban yang tinggal di Desa Jeding, Kecamatan Sanan Kulon senilai hampir Rp 1 miliar lenyap.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, di lokasi kejadian menyebutkan, perampokan terjadi pada Kamis (14/5/2009) dinihari. Saat kejadian Nanang sedang berada di Surabaya untuk menjalankan bisnisnya.

Setelah itu, penghuni rumah yang berjumlah 5 orang, masing-masing istri korban Lilik S Priana, adik kandung, anak semata wayang dan 2 penjaga rumah langsung dibangunkan dan disekap di dalam satu ruangan. Tangan dan kakinya diikat dengan menggunakan tali kawat, serta mulutnya ditutup dengan lakban.

Kawanan rampok yang diperkirakan berjumlah 8 orang dan mengenakan cadar serta bersenjatakan parang dan golok, berhasil masuk ke rumah korban setelah mencongkel pintu belakang..

Setelah berhasil melumpuhkan penghuni rumah, kawanan rampok dengan leluasa menjalankan aksinya. Seisi rumah digeledah untuk menemukan harta benda yang menjadi incaran. Hasilnya, uang tunai senilai Rp 10 juta, perhiasan emas seberat 85 gram, 1 unit play station dan 3 buah handphone digondol.

Selain itu, 4 buah mobil masing-masing sebuah Toyota Kijang tahun 2000, sebuah Toyota Kijang LGX dan 2 buah Isuzu Elf serta  3 sepeda motor juga dibawa kabur pelaku.

Aksi perampokan ini baru terbongkar selang 2 jam setelah kawanan rampok berhasil kabur. Hal ini setelah salah seorang penjaga rumah berhasil meloloskan diri, dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sanan Kulon.

"Jadi laporan kami terima sekitar jam setengah empat. Saat itu kami dilapori lewat telepon dan langsung menuju ke TKP untuk melakukan pemeriksaan," kata Kapolsek Sanan Kulon, AKP.Sudiatmadji saat ditemui sejumlah wartawan di lokasi kejadian, Kamis pagi.

Ketika ditanya mengenai hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian, Sudiatmadji enggan mengatakan dengan gamblang. Dia mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, agar secepatnya berhasil mengungkap perampokan tersebut.

"Yang jelas tunggu saja, kami juga masih bekerja keras mengungkap kasus ini. Proses penyelidikan masih kami lakukan, termasuk memeriksa sejumlah saksi di tempat kami," tegas Sudiatmadji.

Sementara untuk total kerugian yang dialami korban, Sudiatmadji memperkirakan hampir Rp 1 miliar. "Berdasarkan keterangan saksi, dan melihat harta benda yang hilang kami perkirakan nilainya antara 800 juta sampai 1 miliar," ungkapnya sambil bergegas meninggalkan wartawan.

(gik/gik)
Berita Terkait