MUI: Supiah Tidak Perlu Direaksi Berlebihan

Geger Nenek Duduk di Tengah Laut

MUI: Supiah Tidak Perlu Direaksi Berlebihan

- detikNews
Rabu, 13 Mei 2009 14:26 WIB
MUI: Supiah Tidak Perlu Direaksi Berlebihan
Banyuwangi - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat untuk tidak terjebak dalam fenomena Nenek Supiah, yang dipergoki nelayan setempat sedang duduk di atas permukaan laut, Pelawangan, Grajagan Banyuwangi. Sebab, fenemone itu merupakan hal yang wajar terjadi di dunia.

Menurut Nur Chozin, Sekretaris MUI Banyuwangi, sebagai muslim, sepatutnya syariah digunakan sebagai pedoman dalam menghadapi sesuatu hal. Sebab itu, warga diharapkan untuk tidak melangkah dari rel syariah yang ada.

"Sebagai umat beragama khususnya Islam, pijakan kita tentunya Syariah. Jangan sampai kita menyekutukan Allah," tegas Nur Chozin dalam bincang-bincangnya dengan detiksurabaya.com, Rabu (13/5/2009) siang.

Untuk itu, warga diharapkan tidak terjebak dalam fenomena yang menghebohkan itu dengan menyikapinya secara berlebihan. MUI menilai Supiah tak lebih dari seorang manusia biasa, yang harus tunduk dengan Yang Maha Pencipta.

"Supiah sama dengan kita, hanya manusia biasa. Tidak perlu disikapi secara berlebihan. Apalagi menganggapnya sebagai dukun atau dewa," lanjut Nur Chozin lagi memperingatkan.

Meski begitu, Nur Chozin tak menampik jika dirinya percaya dengan hal yang ghaib. Sebab sebagai orang beriman, hal itu harus dipercayai.

"Allah itu juga menciptakan Jin. Jin ada yang baik dan buruk, nah bisa jadi Supiah itu dibawa oleh Jin. Namun Jin yang mana saya tidak tahu," ungkap Nur, coba menebak apa yang sebenarnya terjadi dengan Supiah.

Kekhawatiran MUI itu bukan tanpa alasan. Sebab, ada beberapa warga yang mulai mendatangi Supiah dengan berbagai niat. Bahkan ada yang meminta untuk diberi nomor judi Togel.

MUI juga khawatir jika nantinya, peristiwa Ponari Jombang akan tejadi di Banyuwangi. Sebab itu, langkah-langkah antisipasi akan dilakukan. Seperti melibatkan tokoh-tokoh agama untuk lebih melakukan bimbingan kepada masyarakat.

"Sebelum terjadi tentunya langkah antisipasi kami lakukan, tapi mudahan tidak terjadi seperti di Jombang," kata Kyai yang juga bekerja di Pangadilan Agama Banyuwangi, menutup pembicaraan.

(gik/gik)
Berita Terkait