Sesaat setelah ditemukan mengambang di atas laut dan dibawa ke rumah salah satu warga, Kamis (7/5/2009) malam lalu, Supiah sempat berpesan agar para nelayan menggelar selamatan jeneng grendul di hari Jumat Pon, Jumat (15/5/2009) mendatang.
Meski alasannya tidak jelas, namun nelayan Grajagan tahu jika hari itu merupakan hari bencana Tsunami menghancurkan kehidupan mereka beberapa tahun silam. Para nelayan sepakat akan menuruti pesan dari si nenek sakti tersebut. Warga setempat trauma dengan bencana yang pernah terjadi di kawasannya.
Terlebih saat Supiah ditemukan, bertepatan dengan Jumat legi, hari penanggalan Jawa yang dianggap keramat. Nelayan Grajagan mengakui jika sudah bertahun-tahun tidak pernah lagi memperingati lagi (Selamatan) di hari saat datangnya Tsunami, Jumat Pon. Kecuali hanya melakukan ritual petik laut yang dilakukan tiap tahun.
"Kita memang tidak pernah memperingati hari datangnya bencana itu, kecuali hanya petik laut," jelas Supariyanto, nelayan Grajagan kala dihubungi detiksurabaya.com, Senin (11/5/2009).
Untuk itu, lanjut juragan ikan ini, tidak ada salahnya jika pesan nenek Supiah dianggap sebagai penggugah hati nurani nelayan, supaya mensyukuri apa yang sudah diberikan Tuhan melalui lautnya.
"Kita akan larung jenang grendul dan beberapa sesaji lainnya, setelah dilakukan selamatan dan doa bersama dulu," tambah Supariyanto.
(fat/fat)











































