Tanah longsor menerjang sekolah tersebu, Minggu (10/5/2009) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadian bermula setelah sebelumnya hujan deras turun selama hampir 3 jam.
"Hujannya sekitar 3 jam. Tadi kalau nggak salah mulai jam 10 lewat dan baru reda sekitar jam satuan," kata Kepala Sekolah SDN Samar III, Tabarok, saat ditemui sejumlah wartawan di lokasi kejadian.
2 Unit bangunan yang mengalami kerusakan adalah kelas V serta satu lokasi kantor guru dan kepala sekolah. Lokasi sekolah yang ada di lereng tebing, diperkirakan juga menjadi penyebab terjadinya kerusakan parah.
"Kebetulan memang rumah saya kan bersebelahan dengan sekolah, jadi saya tahu persis bagaimana bangunan ini rusak. Tadi ya seperti gemuruh begitu, tiba-tiba tanah dan baru berjatuhan dan langsung menerjang bangunan," jelas Tabarok.
Pantauan detiksurabaya.com menunjukkan, kerusakan parah antara lain terjadi pada robohnya dinding pada satu sisi bangunan, serta nyaris runtuhnya atap setelah bagian dinding penyangganya tampak retak-retak.
"Makanya sementara waktu ini ataknya akan kami sangga dulu dengan bambu. Mungkin nanti kalau bantuannya sudah cair akan segera kami perbaiki lagi," ujar Tabarok.
Terjadinya kerusakan parah pada 2 unit bangunan di SDN Samar III dianggap sebagai hal yang sangat mengejutkan. Pasalnya bangunan sekolah tersebut masih terhitung baru, karena belum genap setahun selesai direnovasi.
Sementara akibat kejadian tersebut, pelaksanaan UAS BN yang diagendakan akan dilaksanakan mulai Senin (11/4/2009) besok, diakui oleh Tabarok sedikit terganggu. Meski demikian, dia tidak ingin kejadian tersebut menjadikan anak didiknya kehilangan konsentrasi, dan mengaku telah menyediakan satu lokasi pengganti.
"Lokal yang rusak ini sebenarnya juga kami jadikan lokasi ujian besok, tapi kami sudah menyiapkan penggantinya. Mungkin terkesan darurat, tapi semoga saja anak-anak tidak menjadi kesulitan dalam melaksanakan ujiannyam" papar Tabarok.
(bdh/bdh)










































