akibat diguyur hujan deras sejam sebelum kick off menjadi penyebab utamanya.
Stadion Brawijaya sempat dianggap menjadi salah satu yang terbaik, dengan berulang kali ditunjuk menjadi tuan rumah babak 8 besar Divisi Utama dan I Liga Indonesia, serta sejumlah turnamen lainnya. Namun fakta tersebut berbanding terbalik jika melihat kondisi lapangan yang becek.
Penanggung jawab perawatan stadion, Purwanto, menganggap hal tersebut terjadi lantaran curah hujan yang sangat deras. Debit air yang turun ke lapangan jauh lebih besar dari kemampuan sistem drainase untuk membuang air limpahan ke saluran yang telah disediakan.
"Semua juga melihat hari ini memang hujannya lebih deras dari yang pernah terjadi sebelumnya. Saya pikir itu yang menjadi penyebab satu-satunya lapangan hari ini sempat becek," kata Purwanto saat ditemui detikSport sebelum kick off dimulai, Sabtu (9/5/2009).
Purwanto yang juga dikenal sebagai salah satu wasit terbaik yang dimiliki PSSI juga mengatakan, selama ini pihaknya tidak mengurangi jatah perawatan di Stadion Brawijaya.
"Intinya memang hujannya sangat deras. Saya tetap yakin itu penyebabnya, karena memang selama ini perawatan tetap kami lakukan. Mulai dari pemupukan, memangkas rumput tetap kami lakukan secara rutin," jelas Purwanto.
Ketika ditanya mengenai minimnya anggaran perawatan Stadion Brawijaya yang dikabarkan mengalami penurunan, seiring dengan berkurangnya anggaran operasional Persik Kediri, Purwanto juga menyanggahnya.
"Itu mungkin memang ada benarnya. Tapi pekerjaan ini tidak semata-mata karena anggaran, dan sekali lagi saya tegaskan itu karena hujan yang sangat deras."
Dengan kondisi lapangan yang becek permainan Persik maupun Persitara memang terlihat tak berkembang. Selama 2 x 45 menit permainan, kedua tim tidak bisa berkembang, dan tak jarang sejumlah pemain justru melakukan kesalahan fatal akibat hal tersebut.
"Jujur keberhasilan kami juga didukung faktor cuaca. Kami bertahan, Persik juga tidak bisa mengembangkan permainannya," kata Asisten Manajer Persitara Yosef Agung dalam jumpa pers seusai pertandingan.
Meski tidak secara gambalng, hal serupa juga diungkapkan pelatih Persik Kediri Aji Santoso. "Saya tidak ingin mengomentari kondisi ini karena kami sama-sama merasakannya. Tapi kalau boleh jujur, hasil pertandingan ini mungkin akan beda kalau kondisi lapangannya baik."
(roz/bdh)











































