Meski merahasiakan alasannya, pesan nenek 'sakti' memilih penyelenggaraannya pada hari Jumat Pon. Hari yang diminta itu sesuai kalender dalam waktu dekat jatuh pada pekan depan (15/7/2009). Hari Jumat Pon tersebut merupakan tepat terjadinya musibah tsunami yang pernah memporak-porandakan kawasan Pantai Grajagan dan sekitarnya, beberapa tahun silam.
"Saya coba tanya asal-usulnya, nenek itu hanya berpesan agar warga segera melakukan hajatan selamatan jenang grendul (bubur-red) grendul, pas hari Jumat Pon," jelas Supariyanto kepada wartawan di rumahnya, Grajagan, Banyuwangi, Jumat (8/5/2009).
Pesan itu disampaikan khusus melalui Supariyanto yang ikut menemukan Nenek Supiah di tengah laut dalam keadaan duduk di atas permukaan air laut pada Kamis malam (7/5/2009).
Kejadian penemuan nenek yang pakaiannya tetap kering dan bisa duduk di atas permukaan air laut itu kontan menyisakan tanda tanya besar bagi warga Desa Grajagan. Terlebih, kejadian tersebut bertepatan dengan Malam Jumat Legi, hari penanggalan jawa yang dianggap kramat oleh para nelayan.
Tak banyak informasi yang berhasil dikorek dari pihak keluarga si nenek misterius yang berasal Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi tersebut. Sebab, pihak keluarga yang menjemput menolak untuk memberikan keterangan seputar riwayat hidupnya.
"Permisi mas mas wartawan, kami mau langsung pulang saja," mohon Muhaini, keponakan Supiah, kala menjemput si Nenek sakti di rumah Supariyanto. (gik/gik)











































