Atap Kelas Roboh, 7 Siswa Tertimpa Reruntuhan Genting

Atap Kelas Roboh, 7 Siswa Tertimpa Reruntuhan Genting

- detikNews
Jumat, 08 Mei 2009 13:50 WIB
Atap Kelas Roboh, 7 Siswa Tertimpa Reruntuhan Genting
Probolinggo - Atap kelas SDN Clarak, Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (8/5/2009) pagi tiba-tiba ambrol. Akibatnya, 7 dari 29 siswa kelas 6 yang tengah belajar mengalami luka terkena reruntuhan kayu dan genting.

Ambrolnya gedung yang dibangun sekitar tahun 1985 ini, lantaran kayu penyangga alias kuda-kuda patah, tidak tahan menahan beban.

Satu siswa yang mengalami luka cukup parah pada kepala yakni Ahmad Basuki (13). Sedangkan 6 siswa lainnya, Luluk, Sofia, Anis, Syaiful, Aromah dan Aries, hanya luka lecet di tangan, kaki dan sebagian tubuhnya.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB, menurut Anies Fitri, guru Bahasa Indonesia yang saat itu tengah mengajar mengaku tidak tahu kalau atap ruangan kelas 6 itu akan roboh.

"Kejadiannya begitu tiba-tiba dan cepat sekali, sehingga saya dan murid tidak sempat
menyelamatkan diri," ujar Anies yang masih nampak trauma dengan musibah yang menimpa anak didiknya ini.

Sementara, beberapa guru yang sempat dimintai komentar usai tragedi atap maut ini mengaku pihak sekolah sudah beberapa kali mengajukan proposal rehabilitasi. Namun menurut mereka tidak ada satu pun proposal yang disetujui oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

"Ya beginilah akhirnya. Seandainya pemkab tahu kondisi sekolah kita sebenarnya, mungkin tragedi ini tidak akan terjadi," ungkap seorang guru yang enggan disebbut identitasnya.

Ditambahkannya, sejak gedung sekolah ini berdiri sekitar tahun 1985, belum pernah direhab. Padahal ada beberapa sekolah yang mendapatkan dana rehab beberapa kali. "Itu sampean lihat sendiri, bagaimana kondisinya," ujar guru yang sudah puluhan tahun mengajar di SDN Clarak.

Akibat kejadian itu, siswa-siswi kelas 6 yang akan melaksanakan UAS Senin lusa, akan ditempatkan di kediaman Faturrohman, Kepala Desa Clarak. "Ya, di depan rumah saya kan ada pendopo. ruangan itu yang dipakai. Mereka kan masih trauma dan lagi, demi keamanan, toh mereka anak kita," ujar Faturrohman.

Sementara itu, Suwari, Kepala Bidang TK dan SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo saat dikonfirmasi mengaku jika SDN Clarak untuk tahun 2009 ini mendapatkan dana aloksi khusus (DAK) APBN sebesar Rp 70 juta.

Bahkan tambah Suwari, rencananya sekolah ini bari akan dilakukan rehabilitasi sekitar 2-4 bulan kedepan. Namun karena saat ini roboh maka pembangunanya akan dilakukan secepatnya.

"Karena ini mendesai, akan kita usahakan secepatnya. Biar mereka bisa belajar lagi di sini," ujar Suwari meyakinkan.

(bdh/bdh)
Berita Terkait