"Kami menyampaikan permintaan maaf atas kerusuhan yang terjadi sehingga banyak pihak yang terganggu dan dirugikan," ujar Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar kepada wartawan dalam jumpa pers di Mess Persebaya, Jalan Karanggayam,Surabaya, Kamis (7/5/2009).
Selain meminta maaf atas ketidaknyamanan warga di Gresik dan sekitarnya, Saleh yang didampingi Manajer Indah Kurnia serta pejabat Persebaya lainnya juga mengatakan bahwa kejadian tersebut makin menyadarkan pihaknya dan para elemen suporter untuk terus melakukan upaya pembinaan dan penyadaran.
Dalam kesempatan itu, secara khusus Saleh juga menyampaikan permintaan maaf dan simpati terhadap wartawan harian Surya, Fathkul Alamy, yang menjadi korban kebrutalan oknum bonek hingga giginya rompal.
Atas kejadian itu, pihak Persebaya juga tidak akan menghalang-halangi bahkan mendesak aparat keamanan untuk menindak tegas dan memproses sesuai hukum terhadap oknum suporter yang sudah berlaku anarkis.
"Persebaya sejak awal tidak pernah memberi ruang dan toleransi pada setiap kejadian anarkis dalam bentuk apapun," tambah Saleh yang sehari-hari juga menjabat Ketua PDIP Surabaya ini.
Kejadian tersebut, lanjut Saleh, juga tidak akan menghalangi niat Persebaya untuk mencalonkan diri menjadi tuan rumah babak delapan besar. "Kejadian ini menjadi sumber motivasi bagi kami untuk lebih waspada dan berhati-hati," tandas Saleh. (gik/gik)











































