Korban yang tinggal di Jalan Margatama 01/14, RT 03, Desa Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Madiun bermaksud menikmati liburan setelah melaksanakan ujian akhir nasional.
Korban berangkat ke Pacitan ditemani dua rekannya. Masing-masing Kholif Khoirul Insani (17) dan Ariska Wahyu Candra (17). Keduanya warga Madiun.
Peristiwa itu berawal saat ketiganya bermain air di Pantai Pancer. Lantaran sepi itulah, ketiga pelajar itu bermain-main hingga agak ke tengah pantai. Namun, tiba-tiba datang ombak besar yang menghantam ketiganya. Beruntung kedua rekan korban dapat menyelamatkan diri.
Celakanya, korban tak sempat menyelamatkan diri. Sementara, usaha kedua rekan korban untuk menolong pun sia-sia. Pasalnya, arus air terlalu kuat. Mengetahui rekan mereka terseret ombak, kedua pelajar yang masih duduk di bangku SMA itu langsung melapor ke mapolsek setempat.
Kapolsekta Pacitan, AKP Sardjono dikonfirmasi detiksurabaya.com membenarkan hal tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, kata kapolsek kondisi laut memang tidak bersahabat. Ini, karena gelombang cukup tinggi dan hempasan angin sangat kuat.
"Sebenarnya, pada sejumlah titik berbahaya sudah dipasang tanda peringatan. Tapi, banyak yang hilang katanya diambil orang-orang tidak bertanggung jawab," ujar Sardjono ditemui di kantornya, Jalan WR Supratman, Rabu (6/2/2009).
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban masih berlangsung dengan melibatkan belasan personel Polairud, Tim SAR Polres Pacitan, dan Baywatch Pantai Teleng. Namun, usaha pencarian tersebut sempat terhalang oleh cuaca buruk.
"Tim berusaha menyisir lokasi sepanjang pantai dengan menggunakan perahu karet dan perahu boat. Tapi, sejauh ini hasilnya masih nihil. Untuk sementara istirahat dulu sambil menunggu cuaca membaik," pungkas Kapolsek.
(bdh/bdh)










































