Pengambilan sampel darah dilakukan oleh 6 petugas BB Vet dengan didampingi oleh petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri. 6 Lokasi peternakan yang dituju, masing-masing 3 di Desa Bedali, Kecamatan Ngancar dan Desa Segaran, Kecamatan Wates.
Dalam proses pengambilan darah petugas menggunakan sistem sampling dengan mengacak babi dari kategori kecil hingga dewasa yang telah siap disembelih. Sampel darah selanjutnya akan diperiksa di Laboraturium BB Vet Jogyakarta, untuk diteliti kemungkinan adanya kandungan virus H1N1 di dalamnya.
"Itu wewenang mereka dan kami sepenuhnya sangat mendukung. Untuk kegiatan ini sendiri, dilaksanakan berdasarkan surat edaran dari Menteri Kesehatan dan Dinas Peternakan dan Perikanan Jawa Timur," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri, Sri Suparmi saat dikonfirmasi wartawan di lokasi.
Dilakukannya sistem sampling dalam pengambilan sampel darah, diakui oleh Sri karena keterbatasan waktu dan tenaga. Meski demikian, hal tersebut dianggap cukup karena pengambilannya juga berdasarkan ketentuan tertentu, termasuk dari faktor usia babi.
Terkait dilakukannnya pengambilan sampel darah di Kabupaten Kediri, Sri mengaku tak lepas dengan adanya indikasi kuat virus H1N1 sangat rawan menyebar. Hal ini berdasarkan temuan, jika rata-rata peternakan babi di Kabupaten Kediri bersifat trasidional.
"Sebenarnya tidak hanya di Kabupaten Kediri, tapi merata di Jawa Timur. Tapi memang di sini memiliki tingkat kerawanan yang tinggi, karena sifat peternakannya trasidional dimana babi diletakkan berdekatan dengan unggas," jelas Sri.
Selain dilakukan pengambilan sampel darah, dalam kegiatan tersebut sekaligus dilakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah peternakan yang dituju. Hal ini, salah satunya memiliki tujuan menjadikan kandang babi selalu bersih agar penyebaran virus H1N1 dapat ditekan.
"Untuk penyemprotan secara besar-besaran sudah kami lakukan secara berkala. Termasuk juga peternak selalu kami imbau dan untuk stok disinvektan peternak sudah kami beritahu tidak perlu khawatir," ungkap Sri.
Sementara data yang berhasil digali detiksurabaya.com dari Dinas Peternakan dan Perikanan menyebutkan, saat ini populasi babi di Kabupaten Kediri mencapai 7.000 ekor. Jumlah tersebut menyebar di 70 lokasi peternakan yang ada. (bdh/bdh)










































