Kejadian tersebut bermula, saat para siswa hampir dari semua kelas yang ada, tergiur hadiah yang ditawarkan dalam kemasan makanan ringan tersebut. Konon di dalam kemasan snack tanpa merek jenis keripik singkong seharga Rp 500 per bungkus itu, terdapat hadiah berupa uang tunai Rp 1.000 sampai Rp 20.000.
Namun, sesaat setelah menyantapnya, beberapa siswa mendadak pusing dan muntah-muntah. Tak ayal, para guru yang menyaksikan kejadian itu pun panik dan segera melarikan para siswanya ke Puskesmas Tegalombo.
"Kami sangat kaget dan bingung karena mereka muntah secara bersamaan," ungkap Ismiarsih, guru kelas ditemui wartawan di Puskesmas Tegalombo, Selasa (5/5/2009).
Ismiarsih mengatakan, begitu mendapat kabar anak mereka keracunan, orang tua murid langsung berdatangan ke puskesmas. Mereka terlihat panik melihat kondisi anak-anaknya yang mulai lemas. Kebanyakan korban mengalami kekurangan cairan.
Guna mengetahui lebih jauh kandungan makan ringan itu, Dinas Kesehatan setempat telah mengambil sampel sisa makanan untuk diperiksa di laboraturium. Hasil pemeriksaan pada kemasan snack itu sendiri tidak ditemukan daftar nama perusahaan, nomor izin maupun kode produksi dan masa kadaluarsanya.
"Sampelnya masih diuji di Surabaya. Kemungkinan dalam waktu dua minggu hasilnya dapat diketahui," kata dr Hendra Purwaka, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Pacitan.
(bdh/bdh)











































