Penjualan Menurun, Pengusaha dan Peternak Babi Resah

Penjualan Menurun, Pengusaha dan Peternak Babi Resah

- detikNews
Selasa, 05 Mei 2009 13:09 WIB
Lumajang - Merebaknya virus flu babi atau H1N1 dan maraknya pemberitaan di media berimbas pada pengusaha dan peternak babi di Lumajang. Pengusaha dan peternak babi kesulitan memasarkan hewan ternak dan dagingnya ke luar kota.

Salah satu pemilik peternakan babi di Desa Kedung Rejo, Kecamatan Yosowilangun, Darmanto (45), mengaku kesulitan mencari pembeli. Apalagai sejumlah rumah pemotong babi di Lumajang, Probolinggo dan Jember tidak melakukan aktivitas pemotongan sejak seminggu terakhir.

"Saya kok heran di Indonesia tidak ada flu babi dari Meksiko, tapi kita kok bisa kena imbasnya," kata Darmanto saat di Kantor Peternakan Lumajang di kawasan Wonorejo Terpadu, Selasa (5/5/2009).

Menurutnya, meski harga daging babi masih berkisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu perkilonya, namun pemasaran babi dan dagingnya sulit. Padahal harga pakannya tidak turun.

"Pak saya minta tolong pada kantor peternakan untuk sosialisasi pada konsumen, bahwa flu babi di Lumajang tidak ada," harap Darmanto.

Mendapat keluhan dan masukan dari puluhan pengusaha dan peternakan babi, Kepala Kantor Peternakan Lumajang, drh. Gatot Subiantoro mengaku pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan dan isektisida ke sejumlah lokasi peternakan babi rakyat di Kecamatan Yosowilangun Senduro, Pasrujambe, Tempursari dan Sukodono.

"Penyemprotan campuran disinfektan dan insektisida ini untuk membunuh kuman, virus, bakteri dan serangga yang bisa menularkan penyakit berbahaya. Namun ini hanya pencegahan saja," kata drh Gatot kepada pengusaha dan peternakan babi di Lumajang.

Sementara menurut data Kantor Peternakan Lumajang, populasi babi di Lumajang sebanyak 2.000 ekor. Sedangkan peternak babi sebanyak 102 orang, baik untuk pribadi dan bisnis. Sedangkan peternakan babi terbanyak berada di Desa Tunjung Rejo Kecamatan Yosowilangun sebanyak 50 orang. Sedangkan untuk dana pencegahan Flu babi, Kantor Peternakan Lumajang mengambil dana dari pencegahan Flu burung.

(fat/fat)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.